BPOM Fokus pada Tiga Merek

PALEMBANG, koranindonesia.id- Balai Besar Pangan Obat dan Makanan (BPOM) fokus  pada tiga merek Farmajack, IO, dan HOKI. Dari  44 item ikan kaleng  dari 21 merek  belum ditemukan produk ikan makarel yang bermasalah di sejumlah mall di Palembang.  Namun ada beberapa makanan kaleng yang diamankan dan dimusnakan..

Kepala  BPOM Sumatera Selatan Dra Dewi Prawitasari. Apt.MKes mengatakan, dengan menerjunkan sekitar lima hingga tujuh personil, pihaknya serius mengamati dan memeriksa produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng terutama bermerek Farmerjack, IO dan HOKI

“Memang target kami di tiga merek itu, Farmerjack, IO dan HOKI, ternyata merek-merek tersebut belum berhasil kami temukan di tiga swalayan tersebut. Sempat kami lakukan pemeriksaan teliti di Carefoure PS, disana kami temukan puluhan kaleng sarden yang rusak. Langkah yang kami ambil tidak lain, mengamankan dan memusnahkannya,” ujarnya Senin (2/4).

Beberapa waktu lalu BPOM bersama Dinas Perdagangan Kota Palembang melakukan inspeksi mendadak di tiga swalayan yang berlokasi di PIM Hypermart, Transmart Radial dan Carefoure Palembang Square

Dewi menjelaskan, sarden merek HOKI memang sempat terpajang di Carefoure PS. “Setelah kami teliti, ternyata merek memang sama, tapi isinya tidak sama. Dalam kaleng tersebut, tidak diketemukan adanya cacing. Namun, beberapa merek sarden yaitu, Pesca Macarel, Maya Sarden, Ranesa Macarel kita musnahkan dengan cara, dikeluarkan dari kaleng dan dibuang dihadapan kami,” tegasnya.

Unuk barang yang diamankan, pihak swalayan akan mengembalikan kepada penyalurnya dengan syarat menyertakan surat bukti pengembalian atau penyerahan.” Dari itu kami lakukan pembinaan dan pengawasan terhadap supervisor atau SPGnya untuk lebih meningkatkan pengawasan,” paparnya.

Dewi menghimbau, agar masyarakat untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk sarden.“Hendaknya konsumen mengingat “KLIK” yaitu Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI dan tidak melebihi masa kadaluarsa,” tandasnya

Sementara itu, Kapala Cabang Carefour Palembang Taufik D Amar mengatakan, dari item-item yang diperiksa BPOM  tidak ada temuan di makanan ikan kaleng yang mengandung cacing.  “Ada merek Maya itu yang  packaging nya dari Banyuwangi, ya masalahnya yaitu nomor registrasi BPOM nya yang sudah mati periodenya. Cuma mau mereka ditempel pakai stik stikernya ditempel untuk nutupi nomor register yang lama habisnya.” ujarnya. Senin (2/4)

Taufik menjelaskan, pihaknya ada standar operasional perusahaan untuk pengecekan kadaluarsa.  Barang-barang yang mendekati kadaluarsa regulasinya misalnya minuman kaleng itu satu bulan sebelum itu atau makanan-makanan sebelum 45 hari kadaluarsa sudah ditarik.

“Untuk makarel saat kejadian   imbasnya kemana-mana untuk makanan kaleng kalau disini tidak ada.  Kita memastikan costamer kami bahwa kami menjual produk-produk yang layak dikonsumsi. Kita selalu sosialisasi dan bekerjasama dengan dinas kesehatan mengenai makanan dan minuman yang layak atau tidak layak untuk dikonsumsi,” katanya (win)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.