Banner sumsel

BPOM Bahas Vaksin Halal dengan Negara-Negara OKI

JAKARTA, koranindonesia.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pembahasan terkait vaksin halal dengan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Pembahasan ini menjadi bagian dalam pertemuan kepala otoritas regulatori obat negara-negara OKI yang bertajuk ‘Opportunities and Challenges of entering Health Product’s Market in OIC Countries.

“Ada pembicaraan tentang vaksin halal. Program vaksin di negara-negara muslim tentunya akan berbeda, dan kita akan mendengarkan bagaimana negara-negara lain memperluas cakupan coveragevaksinasi dari negara-negara tersebut,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (20/11/2018).

Penny mengharapkan, dari pertemuan ini, BPOM bisa belajar cara mengomunikasikan produk vaksin ke masyarakat.

Penny mengakui, kehalalan sebuah produk vaksin seringkali menimbulkan kontroversi di masyarakat pada sebuah negara muslim, serupa Indonesia. Selain itu, lanjut dia, acara ini juga akan membahas strategi mengatasi obat dan vaksin palsu. Menurut Penny, belakangan persoalan ini kembali marak.

“Tantangan kita yang lain adalah obat dan vaksin palsu. Itu adalah masalah internasional dan sangat diperlukan dinahas dalam pertemuan ini,” paparnya.

Penny juga mengatakan, berlangsungnya acara ini tak terlepas dari keunggulan Indonesia sebagai produsen vaksin. Pertemuan ini terkait awalnya adalah indonesia sebagai center of excellent yang diunggulkan, yang menjadi lead di antara negara-negara OKI yang jumlah anggotanya ada 57 negara.

“Indonesia alhamdulilah lead sebagai produsen dari produk vaksin yang terkemuka secara internasional,” tandasnya.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.