Banner Pemprov 17 Agustus

BPN Prabowo Tidak Heran Hasil Survei LSI Denny JA Unggulkan Jokowi-Ma’ruf

JAKARTA,koranindonesia.Id-Elektabilitas Prabowo-Sandiaga tertinggal 27,7 persen dari Jokowi-Ma’ruf dalam survei terbaru yang dirilis LSI Denny JA. Atas hasil itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengaku tidak heran dengan hasil survei versi LSI tersebut.

Juru debat BPN Prabowo-Sandiaga Saleh Daulay mengatakan LSI kelihatannya sudah bekerja untuk Paslon Jokowi-Ma’ruf. Sehingga pihaknya tidak heran jika setiap merilis survei selalu menempatkan paslon itu sebagai pemenang.

“BPN tidak terpengaruh dengan hasil survei LSI. Dia menyebut BPN mengacu ke survei internal yang menyatakan peluang Prabowo-Sandiaga untuk menang Pilpres 2019 sangat tinggi,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/03/2019).

Dijelaskannya BPN tidak terpengaruh sama sekali. Ada survei internal yang dimiliki sebagai pembanding. Hasilnya jauh berbeda. Peluang Prabowo-Sandi sangat tinggi. Diperkirakan, dalam waktu dekat surveinya justru bisa di atas pasangan Jokowi-Ma’ruf. Rilis survei LSI Denny JA, Selasa (5/03/2019), tentang elektabilitas capres-cawapres 2019 menyatakan Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan 58,7 persen. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 30,9 persen.

Saleh kemudian menyinggung survei PolMark Indonesia yang juga merilis tentang elektabilitas capres-cawapres 2019. Dalam survei PolMark, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 40,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 25,8 persen.

“Kemarin PolMark merilis hasil survei terbaru mereka. Hasilnya, posisi Jokowi-Ma’ruf Amin belum aman. Masih besar peluang Prabowo-Sandi untuk meraup undecided voters,” terangnya.

Menurut Saleh, dua survei tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Ia yakin masyarakat cerdas dalam membaca hasil survei. Diakuinya perbedaan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa ada ketidak cocokkan data, jadi bisa disimpulkan sangat dipaksakan atau di buat-buat.

“Dua survei itu saja hasilnya beda. Sebab itu, survei LSI diyakini tidak akan bisa menggiring opini publik. Masyarakat pasti sudah cerdas dalam membaca hasil survei,” tandasnya. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.