Banner sumsel

BPK Bantah Ada Kebocoran Anggaran Proyek Infrastruktur Rp44 Triliun

JAKARTA, koranindonesia.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membantah adanya kebocoran anggaran proyek- proyek infrastruktur sebesar Rp44 triliun pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) seperti yang diberitakan sejumlah media online.

Ketua BPK Rizal Djalil mengatakan, BPK tidak pernah membuat pernyataan seperti yang disampaikan tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan belanja infrastruktur sejak 2015 – 2017 sebesar Rp289,93 triliun.

“Dari belanja tersebut, tidak ditemukan adanya infrastruktur yang mangkrak,” katanya dalam siaran persnya di Kantor BPK Pusat di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Rizal menyampaikan, BPK turut mengapresiasi semua program yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR termasuk pembangunan fasilitas Asian Games 2018 yang menurutnya tereksekusi dengan baik.

“Anggaran belanja infrastruktur 2018, BPK belum melakukan pemeriksaan, karena saat ini kegiatan atau program masih berlangsung dan belum bisa diperiksa,” paparnya.

Rizal menjelaskan, pernyataan mengenai anggaran infrastruktur bocor tersebut tidak mungkin ada, karena pemeriksaan pun belum berjalan. Menurutnya, laporan pemeriksaan 2018, baru akan masuk pada Februari 2019 dan hasilnya baru keluar pada Mei 2019.

“Masih Mei, jadi saya tekankan, tidak ada program infrastruktur yang mangkrak seperti berita yang dimuat di media online tersebut,” tegasnya.

Auditor Utama KN IV BPK Laode Nusriadi mengatakan, angka yang diberitakan tersebut memang ada. Namun tidak ada hubungannya dengan dana infrastruktur.

“Itu dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) memang ada angka sebesar itu, tapi merupakan akumulasi temuan BPK dari 2003 sampai dengan Semester I 2017, itu total temuannya sekitar Rp45 triliun,” kata Laode.

Menurutnya, jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran dari hasil pemeriksaan sejak 2003 – 2017, akan diserahkan ke aparat penegak hukum.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.