Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Bos Honda Salahkan Dokter Soal Cedera Marc Marquez di MotoGP

JAKARTA, koranindonesia.id – 

Manajer Tim Repsol Honda Alberto Puig menyalahkan dokter yang menangani cedera Marc Marquez sehingga pembalap asal Spanyol itu cedera panjang di MotoGP 2020.

Marquez mengalami patah lengan kanan di MotoGP Spanyol. Akan tetapi, dua hari setelah menjalani operasi, Marquez diperbolehkan naik motor kembali oleh dokter Xavier Mir yang menangani operasinya.

Akibatnya, pelat yang dipasang untuk menyambung lengan Marquez pada operasi pertama patah menjelang MotoGP Andalusia. Juara bertahan MotoGP itu harus menjalani operasi kedua dan belum kembali membalap hingga kini.

Total, Marquez sudah absen dalam sembilan balapan di MotoGP 2020 dan belum mengumpulkan poin. Peluangnya mempertahankan gelar juara MotoGP di musim ini pupus lantaran kembali absen di MotoGP Aragon, akhir pekan nanti.

Melihat kondisi Marquez saat ini, Alberto Puig menuding semua ini jadi tanggung jawab dokter Mir. Kans Marquez juara MotoGP 2020 akan tetap terbuka jika tidak terburu-buru ingin membalap di MotoGP Andalusia.

“Jika kami tahu pelat ini bisa parah, kami tidak akan membiarkan Marc mencoba balapan di Jerez [Andalusia]. Saya kira para dokter tidak tahu hal itu,” ujar Puig dikutip dari Corsedimoto.

Berkaca pada insiden kegagalan operasi pertama itu, Honda tidak ingin mengambil risiko yang lebih besar kepada Marquez. Honda akan mengizinkan The Baby Alien kembali balapan jika kondisinya memungkinkan.

“Bagaimanapun Marc hanya mengikuti nasihan ahli bedahnya. Kami semua tahu kemauan dan keberaniannya,” ucap Puig.

“Tapi sekali lagi, jika kami tidak menentang dia untuk kembali balapan, itu karena kami memiliki jaminan soal aspek medis,” kata Puih menambahkan.

Sementara itu, ahli osteopati di Mobile Clinic atau pusat medis MotoGP, Bernard Achou, menyebut Marquez kembali naik motor beberapa hari setelah operasi merupakan keputusan yang tidak masuk akal.

“Kembali naik motor dua hari setelah operasi adalah hal gila. Apalagi di Jerez, yang merupakan sirkuit di mana para pebalap tidak punya waktu untuk bernapas,” tutur Achou.

(MT) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.