Boronan Kasus Pengeroyokan Disergap Sedang Santai di Rumah Susun  

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Setelah sempat buron selama 10 hari atas kasus pengeroyokan Eko Saputra (35) warga Jalan Mujahidin, Kelurahan, 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil disergap anggota Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang, Kamis (10/10/2019).

Pelaku tak berkutik saat tim yang dipimpin Kasubnit Pidum Ipda Andrean menyergapnya ketika sedang bersantai sambil tidur-tiduran di salah satu kamar Rumah Susun kawasan 26 Ilir Palembang.

Eko masuk daftar pencarian orang Polresta Palembang karena melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban Riski Febriansyah alias Ebi (28) warga Jalan Mujahidin, Lorong Syarofal Anam, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, pada 10 September lalu.

Atas peristiwa yang terjadi di depan Toko Syakira, Jalan Mujahidin, simpang Pasar 26 Ilir itu korban mengalami luka robek di kepala, bahu kiri dan pergelangan tangan kanan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Charitas Palembang.

Kejadian berawal saat korban sedang duduk di lokasi kejadian, lalu datang tersangka dan rekannya, Roma (sudah tertangkap). Kemudian terjadi adu mulut dan saat itu juga Roma memeluk korban dari belakang dan Eko langsung membacok korban menggunakan sebilah parang.

Oleh warga sekitar, korban dibawa ke RS Charitas dan kejadian tersebut dilaporkan orangtua korban, Peri (54) ke Polresta Palembang. “Berdasarkan laporan tersebut, anggota langsung melakukan penyelidikan,” kata Kasubnit Pidum Satreskrim Polresta Palembang Ipda Andrean.

Pertama, Andrean melanjutkan, pihaknya mengamankan Roma dan dari keterangan pelaku didapat identitas tersangka Eko, sehingga setelah keberadaannya diketahui, langsung dilakukan penyergapan.

Sementara itu tersangka Eko mengakui aksi pengeroyokan yang dilakukan bersama rekannya, Roma dengan cara membacokkan menggunakan pedang yang memang telah dibawanya. “Saya cuma satu kali membacok di bagian kaki, Roma di bagian kepala,” ucapnya.

Eko mengaku nekat menganiaya korban karena dendam lama ditambah rasa kesal sebab sering diejek. “Saya sakit hati karena dia sering mengejek saya dengan kata-kata banci,” imbuhnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.