Banner sumsel

Bocah 11 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Kurup, Hingga kini Belum Ditemukan

BATURAJA, koranindonesia.id  – Mazirul tertunduk lesu saat mendengar kabar, jika anak keduanya bernama Redo (11), hilang diduga tenggelam di aliran Sungai Kurup, Desa Lubuk Batang Baru, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel), Jumat (9/11) siang, kemarin.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu diduga hanyut tenggelam di aliran Sungai Kurup, tepatnya di bawah Jembatan. Warga Dusun 3, Desa Desa Lubuk Batang Baru ini diduga hilang tenggelam saat pergi mandi di sungai itu.

Data yang berhasil dihimpun koranindonesia.id menyebutkan, awalnya korban pergi bermain bersama sejumlah teman-temannya sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin. Lokasi bermain yang dituju adalah terjun dari atas jembatan Desa Lubuk Batang Baru ke aliran Sungai Kurup.

Mazirul mengatakan, dirinya mendapat kabar anaknya hilang setelah dikabari oleh teman-teman anaknya. “Anak aku baru pulang sekolah sekitar jam 14.00 WIB, terus bermain bersama teman-temannya ke Sungai Kurup di dekat jembatan,” terang Mazirul, saat ditemui wartawan, Sabtu (10/11/2018).

Informasinya kata Mazirul, anak kedua dari empat bersaudara itu, bermain terjunan dari atas jembatan di Sungai Kurup.  Nah, saat itu anaknya terjun berbarengan dengan teman-temannya. Entah apakah berbenturan atau ada kayu hanyut saat terjun, anak korban tidak lagi terlihat muncul ke permukaan air.

Sementara salah seorang temannya yang ikut terjun bersamaan, ada yang mengalami luka di bagian kepala. Meski demikian, Mazirul berharap anaknya bisa ditemukan.  “Semoga saja anak saya bisa ditemukan,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD OKU, Mailan Purnama mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan adanya anak hillang di aliran Sungai Kurup, pada Jumat sore.  Mendapati laporan itu Tim BPBD OKU pun langsung turun ke lokasi.

“Ini hari kedua kami melakukan pencarian. Kemarin, sejak sore telah kita lakukan pencarian,hingga pukul 23.00 WIB, atas informasi dari kepala desa,” ucap Mailan.

Namun, pencarian dihentikan sementara hingga pukul 23.00 WIB itu, dikarenakan terkendala cuaca hujan, ditambah kondisi yang gelap di sekitar lokasi. Pencarian menggunakan dua perahu viber bermesin.

Petugas yang dilibatkan untuk melakukan pencarian ada sebanyak 13 personel dari BPBD OKU. “Kabarnya mereka terjun bersama dari atas jembatan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum berhasil diketemukan. Tim BPBP OKU masih melakukan pencarian dengan menyisiri aliran Sungai Kurup. “Batas kita sampai tiga hari,  jika belum diketemukan kita perpanjang atau ada permintaan dari pihak keluarga,” pungkasnya.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.