Banner sumsel

BNN Lubuklinggau Temukan 1 Hektare Ladang Ganja di Muratara

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau bersama personel Brimob B Petanang, berhasil menemukan 1 hektare (ha) ladang ganja siap panen di Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (25/10/2018).

Penemuan ladang ganja tersebut dipimpin langsung Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Edy Nugroho beserta 17 anggotanya dibantu 40 personel Brimob B Petanang, yang menuju lokasi dengan senjata lengkap.

Tim bergerak pada Kamis (25/10) sekitar pukul 04.00 WIB dari Lubuklinggau dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi.

“Terungkapnya ladang ganja itu dari hasil pengembangan tersangka Mustaraman alias Motel,” kata Kepala BNN Lubuklinggau AKBP Edy Nugroho didampingi Danki I Pelopor, Iptu Antoni Wijaya.

Awalnya, ditangkapnya tersangka Mustaraman alias Motel (39), warga Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara oleh BNN Lubuklinggau pada Rabu (24/10) sekitar pukul 15.00 WIB, kemarin, di Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel).

Dari pelaku berhasil disita barang bukti berupa 23 paket ganja kering siap edar, satu paket sedang ganja, satu unit ponsel dan satu sepeda motor milik tersangka. “Hasil pengungkapan kasus, saudara Motel mengambil barang ganja dari sesorang bernama, Hud,” imbuhnya pula.

Saat penangkapan tersangka Motel, BNN Kota Lubuklinggau melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki sebelah kanan tersangka, karena berusaha melarikan diri. Selanjutnya, dari hasil pengembangan dari tersangka Motel mengakui, bahwa ia mendapatkan pasokan ganja tersebut dari tersangka Hud (60) warga Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Dari informasi tersebut pihaknya meringkus tersangka Hud malam itu juga di rumahnya di Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Dari tersangka Hud ditemukan barang bukti sebanyak satu kantong ganja kering yang dibungkus dalam plastik, disimpan dibalik bakul dan ponsel.

“Berdasarkan hasil keterangan dari tersangka Hud, bahwa ganja tersebut berasal dari ladang ganja yang berada di Desa Sukaraja,” jelasnya.

Kemudian mendapatkan informasi adanya ladang ganja tersebut, pada hari ini, Kamis (25/10) sekitar pukul 04.00 WIB tim gabungan dari BNN Lubuklinggau dan Brimob B Petanang segera bergesas menuju ke ke lokasi ladang ganja dari Lubuklinggau.

“Lokasi ladang ganja ini sangat jauh dari perkampungan dan sangat terpencil, kami masuk melalui Desa Lubuk Kumbung. Kurang lebih sekitar dua jam perjalanan dengan menyeberangi sungai untuk menuju ke lokasi itu,” beber AKBP Edy Nugroho.

Tersangka Hud (60) saat digelandang petugas dari BNN Kota Lubuklinggau dan Brimob B Petanang, Kamis (25/10). (FOTO/SAN)

Setelah tiba dilokasi, tim gabungan mendapatkan kurang lebih sebanyak 525 rumpun batang ganja yang ditanam diladang dengan luas sekitar satu hektar. Lalu mengamankan satu buah timbangan, satu paket ganja kering di pondok dan satu pucuk senjata api (senpi) rakitan jenis kecepek.

Selain itu, dari ladang ganja dengan luas sekitar satu hektar tersebut, diduga setengah hektarnya sudah dipanen. Karena sudah diedarkan. Kemudian yang masih ada kurang lebih beberapa batang dengan tinggi sekitar 1,5 – 2 meter.

“Pohon lainnya sudah ada upaya disembunyikan. Kalau kami terlambat, habis barang itu,”Ungkap Edy.

Sementara itu, tersangka Hud mengaku tanaman ganja di ladang tersebut ditanam sejak pertengahan Juli lalu. “Aku dak nunggu, gawe aku motong (menyadap) karet. Sedangkan lahan itu bukan punya saya, pemiliknya Supardi yang sudah pernah mengatakan, yang namanya ganja itu dilarang,” jelasnya pria sepuh ini.

(san)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.