Banner sumsel

Bibit dan Pupuk Sulit akhirnya   Sawah jadi  Kolam 

MUSIRAWAS,koranindonesia.id-Sejumlah petani di Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musirawas terpaksa mengalihkan fungsi sawah mereka menjadi kolam ikan karena kesulitan mendapatkan pupuk dan bibit bantuan dari pemerintah.

“Sudah tiga bulan, karena kami petani sulit dapatkan bibit dan pupuk. Ataupun, katanya ada bantuan pemerintah sudah sejak tahun lalu kami tidak menerimanya. Ya, mau gimana lagi, saya sendiri mengubah cetak sawah menjadi kolam ikan. Sedangkan, lainya adanya mengubah menanam semangka, jagung bisa menghasilkan,”terang Ponijin (73) petani warga asal F Trikoyo ketika dibincangi sela-sela aktivitas bertani, Selasa, (3/4).

Dijelaskanya,  semua  tidak mau berpikir pajang. Dirinya, mengalihkan fungsi lahan cetak sawah tidak lain karena berusaha memenuhi kebutuhan dan mencari tambahan dengan menebar beni ikan nila di areal seperempat Hektar.

“Kami disini desa F Trikoyo semua ada sekitar 300 hektar lahan cetak sawah. Dan satu kelompok tani itu ada sekitar 100 Hektar. Itupun, jika memang dapat bibit dan pupuk kami kembali garap sawah lagi,”jelasnya.

Ditambahkan Ponijin semua soal bantuan baik bibit ataupun pupuk. Kalau dulu tidak ada, dan tahun ini kami tidak tau ada atau tidak. Nah, sedangkan untuk pupuk itu bantuan kadang-kadang ada kadang tidak dan itupun semua kami petani mendapatkan menembus dengan harga pasaran untuk mendapatkan pupuk dan bibit.

“Belum lama ini kami meminta bantuan. Karena tidak terlalu dikenal ketua kelompok. Keberadaan bantuan dibilang sudah habis atau tidak ada lagi. Jadi, kami mau gimana lagi. Lebih baik tidak menanam padi  dan dari pada mengganggur cetak sawah baiknya jadikan kolam ikan,”tandasnya. (San).

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.