Banner sumsel

Biadab, Ayah Setubuhi Anak Kandung Hingga Melahirkan

MUSIRAWAS,koranindonesia.Id- Biadab kalimat ini pantas disematkan kepada KR (45) warga Dusun IV Desa Mekar Sari Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pria yang keseharian bekerja sebagai buruh tani ini tega menyetubuhi Bunga (17)  yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri hingga melahirkan.

Ayah bejat ini nyaris dihakimi warga karena kesal dengan kelakuan tersangka.Saat ini pelaku diamankan Polsek Megang Sakti untuk mempertanggung jawabkan perbutannya.

Berdasarkan pengakuan korban, perbuatan tak senonoh ayah kandungnya itu dilakukan kediamannya pada pertengahan Januari 2018 silam. Saat itu korban tengah beristirahat didalam kamar. Entah apa penyebabnya, pelaku masuk ke dalam kamar langsung menghampir korban yang tengah tertidur diatas ranjang.

Selanjutnya, pelaku dengan buasnya naik ke atas ranjang menjalankan aksi bejatnya dengan memutar tubuh korban posisi terlentang dan selanjutnya pelaku langsung menyingkapkan rok, melepaskan celana dalam korban. Seperti orang kesetan, pelaku menyalurkan hasrat birahinya hingga korban tak berdaya.

Tidak sampai disitu, selanjutnya tersangka mengulangi perbuatannya hingga 8 kali, akibat perbutan korban hamil dan melahirkan.

Alhasil berbuatan jahat pelaku diterungkap ditengah masyarakat, warga pun beramai-ramai mendatangi pelaku yang bersembunyi dikediaman saudaranya tak jauh dari rumah tersangka. Beruntung dalam waktu bersamaan petugas PPA Unit Reskrim didampingi Kapolsek Megang Sakti AKP Romi mendatangi lokasi kejadian, sehingga pelaku terlepas dari amuk massa. Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh agama. Petugas berhasil mengamankan pelaku.

Kapolsek Megang Sakti AKP Romi ketika dibincangi membenarkan adanya kejadian tindak kriminal asusila, persetubuhan anak dibawah umur dan pelaku sendiri orang tua kandung korban.

“Benar kita dengan, upaya mediasi akhirnya mengamankan KR pelaku diduga telah meyetubi korban anak kandungnya sendiri. Dan atas perbutannya pelaku melanggar melanggar pasal  76 d Jo psl 81 UU RI No.35 th 2014 tentang Perubahan UU RI No.23 th 2002 tentang perlindungan anak dan perempuan,”terang Kapolsek, Jumat (5/10/2018).

Lanjutnya, dari hasil penyidikan dan pemeriksaan  pelaku mengakui semua perbuatannya. Sedangkan korban sendiri, baru saja selesai persalinan belum bisa dimintai keterangan.

“Dari semua kejadian terungkap, hingga sampai sekarang korban kemarin baru selesai persalinan. Belum bisa dimintai keterangan, lantara korban pula mengalami trauma ketika mengenang kejadian menimpahnya,”bebernya. (San)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.