Banner sumsel

BI Dorong UMKM Pasarkan Produknya di Platform Online

 

JAKARTA,koranindonesia.id- Bank Indonesia (BI) mendorong para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya di platform online (go digital). Hal ini diupayakan agar UMKM dalam negeri dapat bersaing dengan kompetitor asing.

Untuk itu, BI menggandeng penyedia platform digital (e-commerce) dalam mendukung kesiapan UMKM binaan dan Mitra BI memasarkan produk secara online untuk memperluas pasar UMKM.

Direktur Eksekutif BI Pungky Purnomo Wibowo mengatakan BI menginisiasi program persiapan pemasaran online UMKM BI (On Boarding) dan memfasilitasi penyediaan platform, serta pelatihan pemasaran berbasis digital oleh penyedia platform digital. UMKM On Boarding adalah proses penyesuaian pelaku UMKM untuk masuk sebagai penjual di pasar online dan menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan marketplace tempat UMKM tersebut berbisnis.

“Melalui teknologi digital, UMKM diharapkan mampu memperluas akses pemasarannya, bahkan hingga ke mancanegara,” ungkapnya dalam sebuah talkshow Pemanfaatan Platform Digital untuk Memperluas Usaha UMKM di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (14/07/2019).

Pungky menyebut, untuk menjadi UMKM binaan BI yang dapat go digital harus melalui dua tahap. Pertama, memenuhi kriteria sebagai UMKM Potensial dan UMKM Sukses.

Selanjutnya, untuk menjadi UMKM Sukses Digital, lanjut Pungky, ada enam kriteria, yaitu, Terkoneksi dengan platform e-commerce, Terbiasa melakukan transaksi non tunai, Produk berkualitas tinggi dan sudah mulai bertransaksi di e-commerce, Telah menggunakan media sosial sebagai sebagai sarana marketing dan promosi, Penjualan telah menggunakan transaksi pembayaran digital.

Memiliki rekam jejak penjualan yang baik, sehingga potensial untuk diberikan pembiayaan. Sebagai informasi, saat ini BI memiliki UMKM binaan sebanyak 898 unit. Sementara, UMKM yang baru go digital hanya 39,5% atau 355 UMKM.

“Dari data dengan baik setiap UMKM, kami fasilitasi dan melihat ekosistem dengan baik apa yang bisa dilayani sesuai kemampuan dan kapasitas mereka, dan allert tehadap digital sejauh mana back end marketing dan front end,” terangnya.

Sementara itu, pada 2020 pemerintah menargetkan UMKM di Indonesia dapat go digital sebanyak 6 juta UMKM. Sebab, saat ini terdapat 57,9 juta UMKM di Indonesia. Namun, hanya 9% atau 5,2 juta yang sudah go digital.

“Adapun data BI menyebutkan, transaksi e-commerce di Indonesia sepanjang 2018 mencapai Rp77,766 triliun. Angka ini melonjak 151% dibandingkan tahun sebelumnya Rp30,942 triliun,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.