Berlaku di Palembang-Lubuklinggau, Tahun Ini Pengantin Dapat Kartu Nikah

PALEMBANG, koranindonesia.id – Layaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Nikah yang mulai 1 Januari 2019 diberlakukan Kementerian Agama (Kemenang) berfungsi sebagai identitas pasangan menikah. Kartu tersebut hanya dimiliki satu oleh setiap pengantin.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Selatan (Sumsel), Putloro Setiono, Rabu (20/2/2019).

Ia mengatakan, Kartu Nikah berwarna hijau sama seperti KTP ini berisikan foto pasangan kedua calon pengantin. Di Kanwil Kemenag Sumsel, Kota Palembang sebagai salah satu pilot project untuk penerapan Kartu Nikah.

“Ini sebagai tindak lanjut Kartu Nikah yang telah di launching oleh Kementrian Agama RI pada tahun lalu,” ujarnya.

Kartu nikah ini hanya berlaku bagi pasangan calon pengantin yang menikah di tahun ini. Meski demikian, penerapannya dilakukan secara bertahap. Nantinya, di seluruh Sumsel akan diterapkan. “Sementara sekarang baru pasangan pengantin di Palembang dan Lubuk Linggau,” sebutnya.

Menurutnya, di Kota Palembang sendiri sudah ada 1.500 Kartu Nikah yang telah tercetak. Artinya, setiap pasangan suami istri memiliki dua buku nikah dan satu kartu nikah. Hal ini juga berlaku di seluruh Sumsel. Ketersediaan blangko sendiri, untuk saat ini ada sebanyak 32 ribu se-Sumsel dan 20 ribu untuk di Kota Palembang.

“Setiap KUA kita distribusikan sebanyak 250 blanko dan mesin cetak atau print juga sudah ada,” katanya.

Dijelaskannya, untuk catatan pernikahan sendiri di Sumsel yakni sebanyak 150.000 per tahun. “Di Palembang saja 15.000 an per tahun, dengan rata-rata per bulan ada 800-1.000 catatan peristiwa pernikahan,” tandasnya.
(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.