Banner Pemprov 2020
3M Muba

Berikut Tips Menulis Cerita Perjalanan: Deskripsi, Diksi, dan Data

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Berikut tips menulis cerita perjalanan dalam Deskripsi, Diksi, dan Data.

Pertama, Anda bisa mulai menulis dengan mendeskripsikan keadaan dan suasana, bukan sekedar menceritakan bahwa apa yang dilihat itu indah namun juga memberikan penjelasan agar pembaca hanyut dalam cerita.

“Misalnya, Anda bercerita tentang gunung yang indah. Deskripsikan keindahannya itu seperti apa. Apakah gunungnya besar, tinggi seberapa, uniknya, bagaimana, dan sebagainya,” katanya.

Kedua, diksi atau pemilihan kata saat mendeskripsikan sesuatu juga harus berbeda. Qaris pun menyarankan untuk memperbanyak diksi atau pilihan kata yang paling tepat dan selaras untuk menulis.

“Agar menarik minat pembaca, pakai bahasa-bahasa yang berbeda dari orang lain. Ini bisa dilakukan dengan diksi,” katanya.

Terakhir, Qaris juga mengimbau untuk menyertakan data pendukung dalam tulisan perjalanan. Namun, harus digarisbawahi, jumlahnya tidak perlu banyak dan sederhana. Misalnya, satu paragraf di tengah tulisan dan jika memiliki angka, hanya menggunakan bilangan pokok saja.

Kalau penulis menilai sebuah gunung sangat tinggi, maka perlu ada data untuk mendukungnya. “Contohnya, tinggi gunung ini 14 koma sekian. Tidak perlu mendetail, cukup 14 saja. Ini bertujuan agar tulisan kita tetap menyertakan fakta dan tidak subjektif,” katanya.

(MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.