Beri Uang ke Pengemis Terancam Penjara dan Denda Rp50 Juta

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memberikan pengawasan pada praktik pemberian sedekah kepada pengemis dan anak jalanan (anjal). Bagi yang melakukannya akan dikenakan sanksi kurungan penjara.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Palembang Ikhsan Tosni menyebutkan, aturan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang tentang pembinaan Anak Jalanan (Anjal), Pengemis, Gelandangan dan Orang Gila.

Sehingga, pihaknya akan menangkap serta memenjarakan siapa saja yang memberikan sedekah, bagi para pengemis di jalanan, gelandangan termasuk anjal.

“Kita tidak melarang sedekah, hanya saja sedekah itu ada tempatnya yang resmi dan terdaftar, bukan di jalanan,” ujarnya, Rabu (6/2/2019).

Ikhsan menambahkan, dalam Perda yang dikeluarkan pada 2013 tersebut diatur soal sanksi bagi pemberi sedekah yakni sebesar Rp50 juta serta kurungan penjara hingga tiga bulan. Dimana penindakannya kembali ke Satpol PP Palembang.

“Sejauh ini perda tersebut sudah dijalankan dan belum ada yang tertangkap tangan memberikan sedekah di jalan umum,” paparnya.

Menurutnya, sejak diterbitkan Perda ini untuk memberantas anjal, pengemis, gelandangan dan orang gila, cukup efektif mengurangi golongan-golongan tersebut. Seperti pada 2017, total anjal, pengemis, gelandangan dan orang gila yang berhasil terjaring yakni sebesar 400 orang sedangkan di 2018 yakni sebanyak 200 orang.

“Kebanyakan pengemis ini berasal dari luar Palembang seperti kami pernah menjaring dari Sukabumi, Jawa Barat,” sebutnya.

Untuk menekan agar tidak kembali meningkat, pihaknya pun menerapkan perjanjian kepada golongan tersebut. Dalam perjanjian ini, jika masih didapati melakukan aktivitas mengemis di jalan maka akan disanksi yaitu penahanan di rumah penampungan Dinsos Palembang.

Meski telah melakukan perjanjian terkadang pihaknya pun masih menemukan pelanggaran. Sehingga, pihaknya pun terpaksa memasukkan anak jalanan dan pengemis ke rumah penampungan. “Penampungan ini biasanya tidak terlalu banyak, mengingat kapasitas rumah penampungan ini hanya 50 orang,” terangnya.

Ia berharap kedepan masyarakat juga ikut membantu untuk memberantas anak jalanan, pengemis, gelandangan dan orang gila seperti tidak memberi uang kepada golongan tersebut.

“Dengan begitu, maka golongan itu pun akan malas dan pergi. Kami juga mengimbau agar melaporkan jika masih menemukan pengemis tersebut,” pungkasnya.
(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.