Banner sumsel

Bentuk UPTD, Dishub Palembang Akui Sistem Retribusi Parkir Harus Dibenahi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Untuk memaksimalkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) parkir.

Proses ini ditarget rampung pekan ini untuk mengejar target capaian PAD Kota Palembang 2018, sebesar Rp10 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Kurniawan, melalui Kabid Pengawasan Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang Marta Edison mengatakan, permasalahan perparkiran mulai dari sistem, hingga retribusi yang dihasilkan memang harus dibenahi.

Empat UPTD yang dibentuk mencakup Palembang Utara, dari Simpang Polda hingga ke kawasan Km 12, ujung kiri ke Sungai Lais dan ujung kanannya ke Gandus. Palembang Barat mulai Jalan Jendral Sudirman hingga ke Kawasan Musi II. Palembang Timur dari kawasan Jalan Jendaral Sudirman hingga ke Pasar Lemabang, dan Palembang Selatan terdiri dari kawasan Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, SU II, Jakabaring, Plaju dan Kertapati.

“Dalam pekan ini juga akan selesai pembentukan UPTD Parkir ini,” kata Marta Edison, kepada wartawan, Minggu (25/11/2018).

Menurutnya, pembentukan UPTD Parkir ini juga, untuk meningkatkan PAD Kota Palembang dari sektor parkir. Selain itu, meminimalisir adanya kebocoran retribusi dari ratusan titik parkir yang dikelola oleh Dishub, dan memudahkan pihaknya melakukan pengawasan serta penindakan.

“Target kita di 2018 ini, PAD yang diperoleh harus mencapai Rp10 miliar,” imbuhnya pula.

Saat ini, meski menolak menyebutkan angka capaiannya, dikatakannya pencapaian target PAD Palembang dari sektor parkir ini, belum mencapai 100%. Namun, disisa waktu yang ada di 2018 ini, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin.

“Seberapa dapatnya kita upayakan mencapai 100%, terutama UPTD akan terbentuk, ini setidaknya akan membantu,” jelasnya.

Dijelaskannya pula,  jumlah titik parkir yang mengantongi izin atau resmi dari pihaknya sudah mencapai 700 titik.  Dengan adanya UPTD parkir pihaknya meyakini, pengelolaan parkir ini bisa lebih maksimal lagi.

“Jadi setiap zona mengurus wilayah masing-masing, kalau selama ini seluruh parkir hanya diurus oleh satu bagian, sekarang akan fokus diurus oleh UPTD sendiri,” pungkasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.