Banner sumsel

BENSP : Orientasi Pembanguan Tidak Menyentuh Perspektif Perempuan

JAKARTA, koranindonesia.id – Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan (BENSP) mengatakan, orientasi pembangunan belakangan tidak menyentuh perspektif perempuan, padahal perempuan kerap menanggung dampak negatif dari pembangunan.

Ketua BENSP Puspa Dewy mengatakan, pihaknya berharap kandidat presiden yang bakal bertarung di kontestasi Pilpres 2019, membawa perspektif perempuan dalam debat kedua pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Disebutkannya, penting untuk menyaksikan posisi mereka terhadap isu yang akan diangkat dalam debat. Sejauh mana kandidat berani berkomitmen untuk merombak cara pandang terhadap SDA, lingkungan yang selama ini telah menghasilkan pelanggaran HAM, penghancuran bumi, dan kekerasan terhadap perempuan.

“Perempuan selalu ditinggalkan dari skema upaya pemerintah dalam membangun kemandirian bangsa. Perempuan tidak pernah menjadi subjek yang terlibat langsung untuk menentukan arah pembangunan nasional,” ungkapnya melalui keterangan pers di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Untuk itu, dirinya menekankan agar pemerintah mesti punya perspektif pembangunan yang mengakomodasi kepentingan perempuan, sehingga dampak terhadap perempuan dapat diminimalisasi. Harus berani memperjuangkan hak-hak perempuan, petani, nelayan dan masyarakat marginal lainnya.

“Karena penggusuran, perampasan ruang hidup masyarakat, dan penghancuran lingkungan merupakan penindasan terhadap perempuan,” tandasnya.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.