Banner sumsel

Beni : Hutan Harus Jadi Sumber Kesejahteraan Masyarakat Mendis

SEKAYU, koranindonesia.id – Dalam upaya mempercepat terwujudnya pendidikan yang merata dan berkualitas. Plt Bupati Muba Beni Hernedi melaunching pembangunan dan penerimaan siswa/i baru tahun ajaran 2018-2019 di SMPN 11 Bayung Lencir, bertempat di Desa Mendis, Kamis (26/04/2018).

Pemerataan akses masyarakat pada layanan pendidikan menjadi salah satu kunci mengurangi kesenjangan di masyarakat. “Anak-anak kita di Mendis ini banyak yang melanjutkan pendidikannya di ibukota kecamatan yang jaraknya cukup jauh, oleh karena itulah kita bangunkan sekolah disini lengkap dengan sarana prasarananya,”  ujar Beni.

Selain itu dijelaskan Beni, tahun ini pihaknya akan memperjuangkan program reforma agraria, Pemkab Muba menginginkan agar pemerataan kesejahteraan dan menghadirkan negara di tengah masyarakat. “Sebagai desa yang berdekatan dengan kawasan hutan, kami akan memperjuangkannya karena hutan harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Mendis,” paparnya.

Diakhir kunjungannya di Desa Mendis, Beni juga membuka secara resmi gelaran pasar murah sembilan bahan pokok (sembako) yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang diperuntukkan untuk masyarakat golongan ekonomi kurang mampu menjelang bulan suci ramadan.

Pantauan dilapangan, terlihat warga sangat antusias dari pagi mengantri untuk membeli paket-paket sembako yang disediakan diantaranya beras, gandum, telur, mie instan, susu, minyak goreng, margarin, sirup dan gula pasir dengan subsidi mencapai 50%.

Adapun komoditi pasar murah sembako dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar dengan kisaran harga Rp1.500-5.000 rupiah. Seperti beras seharusnya Rp13.000 per kilogram dijual hanya Rp8.000 per kilogram, gula pasir dari Rp14.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, telur ayam dari Rp23.500 menjadi Rp18.000 rupiah per kilogram, dan mie instan dari Rp2.700 menjadi Rp1.200 per bungkus.(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.