Benakat dan Eksistensi Kebudayaannya

Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai kebudayaan yang tentunya tidak seragam. Dari berbagai daerah selalu menampilkan atau memperlihatkan kebudayaan daerahnya masing-masing. Kondisi indonesia yang mempunyai 17.504 pulau, 1340 suku bangsa dan 546 bahasa tak membuat kita heran bahwa indonesia memiliki banyak kebudayaan daerah. Kemudian, kebudayaan daerah tersebut diakumulasikan menjadi suatu kebudayaan nasional.

Namun, satu persatu kebudayaan itu nampaknya hilang tanpa bekas. Banyak dari kita tidak pernah peduli akan kebudayaan daerah. Terkadang rasa malu menjadi faktor penghambat terbesar yang membuat kebudayaan kita lumpuh dan punah. Aset berharga yang seharusnya kita jaga malah terbengkalai tak pernah dilestarikan.

Kebudayaan daerah yang merupakan aset berharga itu tidak serta merta punah secara keseluruhan. Masih ada golongan berhati baik yang peduli dan mampu mengambil langkah bijak untuk tetap melestarikan kebudayaan daerah. Upaya mereka untuk tetap mempertahankan eksistensi kebudayaan begitu keras dan maksimal.

Di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, terdapat satu kecamatan yang berjuang optimal untuk selalu mencintai kebudayaan daerah. Mereka menamakan diri sebagai Sanggar Budaya Benakat. Sanggar Budaya Benakat merupakan kumpulan orang-orang yang bertekad bulat untuk menjaga kelestarian kebudayaan daerah dan mengajarkannya kepada generasi penerus agar budaya tersebut tetap terkenang walau raga pendahulunya tak sempat dipandang. Tujuan utamanya adalah menggali adat istiadat yang hampir terlupakan di daerah benakat. Terbentuk pada 18 Mei 2015, Sanggar budaya benakat telah memiliki kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap minggunya. Beberapa bidang kegiatan yang sering dilakukan yaitu teater, sekolah adat, sanggar tari, industri kreatif dan kearifan lokal.

Berlokasi di Desa Padang Bindu, kegiatan tersebut selalu aktif dan dilaksanakan secara rutin. Kegiatan paling sering dan favorit digelar adalah Sekolah Adat. Di sekolah adat, anak-anak diajarkan mengenai sejarah kecamatan benakat, permainan tradisional, bahasa daerah, kuliner khas daerah, kerajinan dan keterampilan tangan. Anak-anak sangat menyukai kegiatan sekolah adat.

Sanggar Budaya Benakat sendiri sudah sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersinggungan dengan pelestarian kebudayaan dan adat istiadat baik di dalam provinsi maupun di tingkat nasional.

Berdasarkan informasi dari Ketua Sanggar Agus bahwa Sanggar budaya benakat juga melakukan kerja sama dan saling membantu dengan AMAN atau Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Sanggar budaya benakat turut hadir pada kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-5 di Medan, Sumatera Utara. AMAN mempercayakan sanggar budaya benakat untuk menampilkan seni teater. Pada kegiatan ini, mereka menampilkan sebuah teater berjudul “Teater Bumi Benakat”.

Teater tersebut mengisahkan mengenai sepasang kekasih yang hidup di hutan belantara. Hutan ini bernama hutan rimbo sekampong. Kedua insan ini merupakan masyarakat yang peduli akan lingkungan tempat tinggalnya. Mereka merasa sedih melihat kondisi hutannya yang gundul. Sehingga mereka melakukan penanaman kembali hutan yang gundul dan membuat hutan kembali berfungsi. Berkat kisah hutan rimbo sekampong ini, Sanggar budaya benakat mampu meraih juara umum pada penghargaan saat acara Kongres tersebut.

Sanggar budaya benakat adalah salah satu kumpulan positif yang masih menjunjung tinggi dan mencintai budaya daerah. Semestinya patut kita mencontoh sanggar budaya benakat dan berbagai sanggar serta kumpulan orang-orang yang mencintai budaya daerah.

Sudah seharusnya kita menjadi insan indonesia yang mencintai kebudayaan daerah. Karena kita adalah pemegang estafet selanjutnya. Budaya adalah ciri kita, karakter indonesia. Ketika indonesia kehilangan budaya, maka indonesia berarti kehilangan karakter. Ribuan tahun yang lalu budaya dicipta, dirasa dan dilaksanakan oleh pendahulu kita. Budaya merupakan suatu yang wajib kita laksanakan dan lestarikan. Ada saatnya kita boleh menggunakan dan meniru budaya lain, namun tidak boleh meninggalkan budaya daerah dan budaya nasional.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.