Banner sumsel

Benahi Layanan Publik Bupati Lahat dan Jajaran Belajar ke Banyuwangi

LAHAT,KoranIndonesia.id— Belum terwujudnya pelayanan publik yang baik, Bupati Lahat, Cik Ujang, SH didampingi jajaran SKPD Lahat, bertolak ke Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, untuk belajar memperluas wawasan tentang pelayanan publik dan berbagai inovasi yang dikembangkan daerah terluas di Jawa Timur tersebut. Cik Ujang bersama rombongan sendiri akan menimba ilmu di kawasan tapal kuda tersebut, sejak Minggu (24/2) hingga Rabu (27/2).

Menurut Cik Ujang yang disampaikan kepada awak media melalui Dinas Kominfo Lahat, bahwa kedatangannya ke Banyuwangi untuk melihat pelayanan publik yg terpadu yg dilaksanakan oleh Pemkab Banyuwangi. Mulai dari sistem pengelolaan Dukcapil, Perijinan, Perpajakan, Keimigrasian dan pelayanan Pernikahan oleh Kemenag sampai pembuatan SIM dan STNK serta keimigrasian yang dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik Terpadu. Juga akan melihat pembangunan Smart Kampung mulai keuangan desa, administrasi pemerintahan desa, dan pengelolaan BUMDes.
“ Banyuwangi memiliki sistem perencanaan keuangan desa yang bagus dan sudah berbasis online. Maknya, kita ingin belajar bagaimana Banyuwangi menyatukan berbagai unit kerja dalam satu lokasi seperti yang diterapkan di mal pp. Semoga apa yang kami pelajari dari sini, bisa kami diterapkan di Lahat. Kami ingin pelayanan publik di Lahat bisa sebagus Banyuwangi, atau minimal mendekati Banyuwangi,” ungkapnya, dismpaikam, Selasa (26/2)
Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyambut hangat kedatangan kedua kepala daerah tersebut. Anas menyampaikan banyaknya daerah yang datang ke Banyuwangi, bukan berarti Banyuwangi lebih unggul. “Sebenarnya, Banyuwangi sendiri masih terus berbenah ditengah banyak keterbatasan yang kami miliki. Terimakasih Bapak-Bapak telah menjadikan Banyuwangi sebagai jujugan benchmarking, mudah-mudahan kedatangan bapak ke Banyuwangi ini bisa mendapatkan ilmu seperti yang diharapkan,” kata Anas.
Sementara itu, Bupati Anas menceritakan bahwa Mal Pelayanan Publik merupakan salah satu solusi bagi kondisi geografis Banyuwangi yang luas. “Sebagai terluas di Jawa Timur, banyak kecamatan di Banyuwangi yang jauh dari pusat kota. Pendirian mal ini terilhami saat Kemenpan RB mengajak Banyuwangi mengunjungi ASAN Xidmat, institusi pelayanan publik terpadu di Azerbaijan yang ditetapkan sebagai terbaik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam United Nation Public Service Award (UNPSA),” terang Anas.
“Pulang dari sana, hanya dalam satu minggu kami segera mewujudkan dan langsung meresmikan mal pp ini tepatnya pada 6 Oktober 2017 lalu,” imbuhnya.
Selanjutnya, Cik Ujang beserta rombongan meninjau Mal Pelayanan Publik terpadu dan mengunjungi salah satu Smart Kampung yaitu Desa Taman Sari di Kecamatan Licin, dimana pelayanan di desa tersebut sudah dilaksanakan secara online dan berbasis TIK. (Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.