Banner sumsel

Belum Berfungsi Optimal, LRT Palembang Masih Jadi Kereta Wisata

PALEMBANG, koranindonesia.id – Keberadaan Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) yang dibangun sebagai alternatif angkutan massal di ‘Kota Pempek’ ini, tampaknya belum berjalan optimal.

Sebab, hingga kini sebagian besar masyarakat Palembang, hanya menjadikan LRT, sebagai kereta wisata pada akhir pekan.

Hal ini diketahui dari data penumpang per harinya yang berhasil dihimpun oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang.

Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryani mengakui, jika minat masyarakat di Palembang cukup baik untuk menggunakan LRT. Tercatat setiap bulan mencapai 698.446 penumpang.

“Minatnya masih tinggi apalagi pada Sabtu-Minggu,” katanya saat dihubungi, Kamis (22/11/2018).

Berdasarkan data, di hari biasa jumlah penumpang yang naik hanya 3.000 – 4.000 penumpang. Sedangkan, pada akhir pekan penumpang mengalami lonjakan dua kali lipat hingga mencapai angka 8.000 – 10.000 penumpang.

Salah satu Stasiun LRT yang ada di Kota Palembang. (FOTO/DOK-KI) (FOTO/DOK-KI)

Meskipun begitu, ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebabnya. Namun diakuinya, berkaca dari kondisi tersebut, memang besar kemungkinan LRT hanya dijadikan sebagai kereta wisata bagi masyarakat Palembang.

“Kami harap kedepan, LRT ini dapat lebih dioptimalkan lagi fungsinya oleh masyarakat Palembang khususnya, dan Sumsel pada umumnya, terutama pada hari-hari biasa,” harapnya.

Saat ini, seluruh stasiun LRT yakni sebanyak 13 stasiun telah dioperasionalkan sehingga akses menggunakan LRT pun lebih mudah. Apalagi, saat ini dirinya mengklaim tidak ada lagi kemogokan yang terjadi pada LRT.

“Kami juga terus men-stand by-kan tim teknis, sehingga jika terjadi kemogokan, tim teknis ini dapat langsung turun,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.