Beginilah Tata Cara Pencoblosan Pemilu Tahun 2019

PALEMBANG, Koranindonesia.id — Indonesia menggelar pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif secara serentak ini pertama kalinya dilakukan . Sebagai pemilih, Anda perlu tahu tata cara pencoblosan saat pemilihan hari ini. Termasuk juga jumlah surat suara yang harus dicoblos.  Untuk masuk DPT, ada tiga syarat wajib yang mesti dipenuhi pemilih yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), berusia 17 tahun atau lebih saat memilih, pernah atau pun sudah menikah.
Masyarakat nantinya harus memilih presiden dan wakil presiden, anggota legislatif, anggota legislatif tingkat provinsi, anggota legislatif tingkat kabupaten/kota, serta DPD, mengingat waktu untuk pencoblosan Pemilu 2019 tinggal besok, ada baiknya Anda mempersiapkan diri agar proses pencoblosan berjalan lancar.Mulai dari memastikan diri sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga mengenal surat suara yang akan diterima. Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 akan digelar pada Rabu, (17/04/2019).

Berikut tata cara pencoblosan Pemilu Serentak 2019 untuk memudahkan Anda, yang dilansir dari laman liputan6.com sebagai berikut :

1. Pastikan Sudah Terdaftar di DPT
Warga memasukkan surat suara yang telah dicoblos saat mengikuti simulasi pemungutan dan pencoblosan surat suara Pemilu 2019 di Taman Suropati, Jakarta, Rabu (10/4). Simulasi dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dan kekurangan saat pencoblosan pemilu pada 17 April nanti.  Sebelum mencoblos di Tempat Pemungutan Suara atau TPS, pastikan nama Anda sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Untuk masuk DPT, pemilih harus memenuhi tiga syarat wajib, yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), berusia 17 tahun ke atas, pernah ataupun sudah menikah. Untuk mengecek apakah nama sudah terdaftar di DPT, Anda bisa mendatangi kantor desa/kelurahan setempat. Nantinya proses pengecekan keterdaftaran Anda akan dibantu oleh petugas di kantor desa/kelurahan domisili.

Jika Anda tidak bisa melakukan cara tersebut, pengecekan bisa dilakukan melalui HP dengan mengakses situs resmi lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

2. Datang ke TPS Membawa e-KTP dan Surat C6
Pada saat pemilihan berlangsung tanggal 17 April 2019, saat di TPS Anda akan diminta menyertakan KTP elektronik atau e-KTP dan formulir C6. Formulir C6 adalah undangan untuk mencoblos. Namun bila belum memiliki e-KTP, pemilih dapat membawa KTP non-elektronik ataupun surat keterangan (suket) perekaman e-KTP. Setelah itu barulah Anda bisa memilih.

Setelah memperlihatkan KTP dan menyerahkan formulir C6, Anda akan diminta untuk mengisi daftar hadir dan menunggu giliran untuk mencoblos. Barulah nanti nama Anda akan dipanggil satu per satu.

 

3. Perhatikan Jenis Surat Suara
Selain memilih Presiden dan wakilnya, saat pencoblosan nanti Anda juga harus memilih anggota legislatif, yaitu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi dan kota/kabupaten, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Setelah dipanggil oleh panitia, Anda akan diberikan lima surat suara Pemilu 2019 sekaligus. Kelima surat itu masing-masing berbeda warna dan fungsinya.

Pertama, surat suara warna abu-abu, diperuntukkan bagi surat suara calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019. Surat ini berbentuk lembaran persegi panjang dan terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam dan bagian luar.

Kedua, surat suara kuning untuk anggota DPR. Surat ini memuat daftar calon legislatif yang bertarung mendapatkan kursi di DPR RI.

Ketiga, surat suara biru untuk pemilihan legislatif DPRD Provinsi. Surat ini memuat daftar calon legislatif untuk masing-masing provinsi di Indonesia.

Keempat, surat suara hijau untuk pemilihan DPRD kabupaten atau kota. Khusus untuk DKI Jakarta, tidak akan menerima surat suara berwarna hijau. Hal itu lantaran DKI Jakarta tidak memiliki DPRD Kabupaten atau kota.

Terakhir, surat suara berwarna merah untuk pemilihan legislatif DPD. Setiap daerah akan diwakili oleh empat orang anggota DPD yang bertugas di pusat.

4. Periksa Surat Suara

Sebelum mencoblos, Anda harus memeriksa kembali kondisi surat suara yang diterima. Bila ditemukan kerusakan, Anda bisa meminta panitia untuk menggantinya. Saat tiba giliran Anda memilih, masuklah ke bilik suara dengan membawa kelima surat untuk mencoblos kandidat pilihan Anda.

Ketentuan untuk mencoblos lima surat suara itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Untuk surat suara warna abu-abu adalah untuk presiden dan wakil presiden. Anda harus mencoblos satu kali pada nomor atau nama atau foto pasangan calon, atau tanda gambar partai politik pengusung dalam satu kotak di surat suara.

Untuk surat suara warna kuning berisi pilihan anggota DPR, Anda bisa mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik, dan atau nama calon anggota DPR.

Selanjutnya, untuk surat suara warna biru anggota DPRD Provinsi, Anda dapat mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik, dan atau nama calon anggota DPRD Provinsi.

Pada surat suara warna hijau untuk calon anggota DPRD Kabupaten/Kota, Anda mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik, dan atau nama calon anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Terakhir, pada surat suara warna merah untuk anggota DPD, ketentuan mencoblos satu kali pada nomor, nama, atau foto calon untuk Pemilu anggota DPD. Yang harus diperhatikan, surat suara caleg DPD disertai dengan foto calon.

Tak semua surat suara mencantumkam foto kandidat, seperti surat suara warna kuning dan biru. Maka dari itu, sebaiknya Anda sudah mengetahui calon yang akan dipilih.

 

5. Lipat Surat Suara
Setelah mencoblos, lipat surat suara sesuai petunjuk lalu masukkan ke kotak yang tersedia. Durasi yang bisa digunakan untuk mencoblos sekitar lima hingga sepuluh menit.

Perhatikan cara mencoblos surat suara Anda agar suara terhitung sah saat proses penghitungan.

Sebelum meninggalkan TPS, Anda wajib menyelupkan salah satu jari ke tinta. Tinta ini adalah bukti bahwa Anda telah memberikan hak suara pada Pemilu 2019. semoga bermanfaat (nnn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.