Banner sumsel

Begal Sadis dengan Modus Minta Pertolongan Motornya Mogok Ini Ditembak Polisi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Untuk kesekian kalinya, Tim Tekab 134 Polresta Palembang, pimpinan Iptu Tohirin berhasil melumpuhkan salah satu begal sadis yang memang sudah tercatat sebagai Target Operasinya (TO) sejak dua pekan terakhir.

Chandra alias Alek (23) warga Lorong Baru I, 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, akhirnya menyerah setelah butiran timah panas petugas menembus kakinya saat diringkus di Jalan Bungaran V, Kelurahan 8 Ulu, Sabtu (20/4/2019).

Dengan menggunakan modus berpura-pura motor mogok, lantas meminta pertolongan untuk berhenti, ternyata pelaku menodong korbannya dengan menggunakan senjata tajam. Pelaku merampas satu unit sepeda motor Yamaha Mio GT Warna Putih Nopol BG 2584 ACC dan ponsel merk Xiaomi Redmi 2 warna hitam, milik korban Febriansyah (16) warga Jalan Ki Merogan, Lorong Mataram, Kecamatan Kertapati, saat melintas di Jalan Gubernur HA Bastari, Perumahan tipe 100, tepatnya dekat Masjid Cheng Ho, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, pada 21 Februari 2019 pukul 17.00 WIB, silam.

“Berangkat dari laporan korban inilah, kita langsung melakukan penyelidikan. Tersangka ini beraksi tidak sendiri, melainkan dibantu kedua temannya, IN dan AL. Kini anggota kita masih kejar terus keduanya, mudah-mudahan cepat tertangkap,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukman, saat dikonfirmasi wartawan.

Tersangka yang pernah dihukum di Rutan Merdeka dalam kasus yang sama ini, terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur saat pengembangan. “Ya, terpaksa kita tembak di kakinya. Tersangka ini terbilang sadis, jika korbannya melawan, mereka tidak segan-segan melukai bahkan menghabisi nyawa korbannya,” tambahnya.

Sementara tersangka, saat diwawancarai mengaku khilaf dan melakukan aksinya karena berada dibawah pengaruh minuman keras.
“Sebelum beraksi kami minum-minuman keras bersama. Setelah itu, kami berbagi tugas, kebetulan tugas saya mengendarai motor korban. Kini motornya telah kami kembalikan, namun ponselnya sudah kami jual, dan uangnya kami bagi, masing-masing mendapatkan Rp75.000, uangnya pun sudah habis hari itu juga,” tutur tersangka sembari merintih kesakitan, memegangi kakinya.
(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.