Banner sumsel

Bebas Pasung, Pasien ODGJ Tetap Diberi Obat

LAHAT, koranindonesia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat terus melakukan upaya pemulihan bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), baik yang masih dipasung atau bebas pasung.

Dinas Kesehatan Lahat sendiri mencatat ada sekitar 56 pasein ODGJ yang dipasung. Sementara, 13 pasien ODGJ lainya telah lepas pasung. Kepala Dinas Kesehatan Lahat dr H Rasyidi Amri MT MKM, melalui Kabid Pengendalian Penyakit Menular, H Ubaidillah SKM M Kes, didampingi Kasi PTM, Keswa dan NAPZA Farlian Fadran mengungkapkan, jika diakhir 2018 hingga awal 2019 ini, telah ada dua pasien ODGJ yang kembali bebas pasung.

Sayangnya, kembali ditemukan dua warga lagi dipasung, yakni di Kecamatan Sukamerindu dan Jarai, Kabuaten Lahat. “Ya karena sudah membaik ada yang sudah bebas pasung. Kendati demikian, yang sudah bebas pasung maupun masih dipasung tetap dilakukan pemberian obat. Petugas puskesmas dalam hal ini juga, memberikan edukasi agar pihak keluarga merawat pasien tersebut. Terutama kebersihan diri, tetap diajak bicara, diajak olahraga dan aktivitas fisik,” tuturnya, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, pemberian obat dari puskesmas yang dibantu Dinkes dan provinsi diberikan secara gratis. Apabila telah  bebas pasung, biasanya intensitas pemberian obatnya berkurang.

Dari tiga kali sehari bisa menjadi dua kali sehari, bahkan hanya satu kali dalam sehari. “Salah satu pasien yang mulai bebas pasung namun masih dipantau ialah ID warga Kecamatan Jarai,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jarai, Dr Ica Faramitri menjelaskan, bahwa pasien ID sebelumnya mengalami halusinasi selama dua tahun. Sehingga dipasung keluarga dan tinggal di dalam gubuk kecil. Namun sejak 6 bulan terakhir gejala halusinasinya berkurang dan sudah mulai berinteraksi. “Jadi pasungnya dilepas namun masih dalam pengawasan. Saat ini masih dibiarkan di dalam rumah dan dipantau,” ungkapnya.

Masih kata Ica, bahwa pasien ODGJ yang dipasung bisa menyebabkan cacat bahkan lumpuh, akibat kakinya terlalu lama diikat. ” Perhatian dan peran dari seluruh elemen masyarakat sangat penting agar pasien bisa sembuh. Seperti dari keluarga, petugas medis, lingkungan sekitar dan lainnya,” terangnya.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.