Banner sumsel

Bawaslu Tolak Gugatan OSO Terkait Pencoretan dari Caleg DPD RI

JAKARTA, koranindonesia.id – Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) terancam tidak bisa menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Pileg 2019 setelah gugatannya terhadap Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI  ditolak oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.

Gugatan terkait dicoretnya nama OSO sebagai calon anggota DPD RI diputuskan melalui sidang ajudikasi yang digelar di gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Kamis (11/10/2018) malam.

“Memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua Majelis Bawaslu, Abhan, saat membacakan putusan dalam sidang ajudikasi di gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Majelis berkesimpulan bahwa majelis ajudikasi berwenang mengadili gugatan pemohon. Kedua, pemohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan sengketa proses pemilu.

Majelis juga menyimpulkan bahwa tenggang waktu pengajuan permohonan oleh pemohon masih dalam tenggat waktu sesuai diatur di dalam peraturan perundang-undangan.

“Keempat, permohonan pemohon tidak memiliki alasan hukum yang cukup untuk dikabulkan,” ujar anggota majelis Sidang Fritz Edward.

Untuk diketahui, OSO melayangkan gugatan karena KPU mencoret namanya dari daftar calon senator DPD, dengan alasan OSO masih aktif sebagai pengurus Partai Hanura.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.