Banner sumsel

Bawaslu Menerima 13.945 Aduan Pemilih Pemilu 2019

JAKARTA,koranindonesia.id–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  mengumumkan ada sekitar 13.945 aduan di posko pengaduan sejak dibuka pada dua minggu lalu. Bawaslu sendiri membuka 33.745 posko pengaduan daftar pemilih Pemilu 2019 diseluruh Indonesia.

Ketua Bawaslu Abhan, mengatakan dari jumlah pengaduan itu, angka terbesar tujuan pemilih mendatangi posko adalah memastikan namanya terdaftar dalam data pemilih Pemilu, yaitu sebanyak 3.170 aduan. Ada juga mereka mengadu untuk memberitahukan rencana pindah domisili dan memastikan hak pilihnya di tempat baru sejumlah 2.950 aduan.

“Selain itu, 2.370 orang datang mengadu belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP). Dan 2.170 orang mengaku sudah melakukan perekaman data e-KTP namun ternyata belum terdaftar di DPTHP,” jelasnya melalui siaran pers di Jakarta Rabu (17/10/2018)

Selain itu, ada juga yang memberikan laporan bahwa keluarganya telah meninggal dunia yaitu, sebanyak 1.890 orang. 1.395 orang lainnya melaporkan elemen data yang tercatat di DPTHP tidak sesuai dengan miliknya.

“Sosialisasi harus dilakukan dengan membuka akses baik secara dalam jaringan (daring/online) maupun luar jaringan (luring/offline) kepada pemilih mengenai data pemilih,” terangnya.

Selain itu, penyelengara juga harus melakukan peningkatkan sosialisasi terkait perubahan mekanisme penggunaan hak pilih untuk pemilih yang berpindah memilih.

“Pemenuhan hak pilih bagi penduduk yang sudah melakukan perekaman wajib menjadi perhatian penuh bagi KPU untuk mendaftarkan mereka dalam data pemilih,” katanya.

KPU juga harus memperbaiki informasi dalam elemen kependudukan dalam Daftar Pemilih. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama yang intensif antara KPU dan Dukcapil dalam melakukan pemadanan informasi antara data yang dimiliki oleh KPU dan data yang dimiliki oleh Dukcapil.(Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.