Banner sumsel

Bawaslu: Ketua RT/RW Dilarang Ikut Kampanye

BATURAJA, koranindonesia.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengingatkan kepada partai politik (parpol) peserta pemilu untuk tidak melibatkan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW) dalam kegiatan kampanye.

Ketua RT/ RW dilarang ikut kampanye, baik untuk pemilu legislatif (Pileg) maupun pemilu presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Divisi Pengawasan, Hubal dan Humas Bawaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Yeyen Andrizal menyatakan, hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Komisioner dan Staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU berfoto bersama. (FOTO/NET)

Yeyen menjelaskan, dalam Pasal 280 ayat (2) UU No 7/2017 jelas diatur, pelaksanaan dan atau tim kampanye pemilu dilarang

mengikut sertakan Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat desa/kelurahan, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), TNI dan Polri.

Bahkan kata Yeyen, warga negara indonesia yang tidak memiliki hak pilih, yang dimaksud dalam artian orang yang dicabut haknya untuk memilih sesuai dengan putusan pengadilan.

“Hal ini tegas diatur oleh Undang Undang. Kami ingatkan kepada parpol peserta Pemilu untuk mematuhi hal ini. Pelaksanaan dan atau tim kampanye pemilu dilarang mengikut sertakan ASN, perangkat desa, Anggota BPD, TNI dan Polri,” jelasnya.

Sampai saat ini kata Yeyen mereka belum mengetahui, apakah ada ASN, Ketua RT/RW atau lainnya, termasuk dalam tim kampanye. Sebab sampai saat ini katanya mereka belum menerima salinan daftar tim kampanye.

“Jadi kita belum tahu. Apakah ada atau tidak. Pastinya jika salinan daftar tim kampanye masuk ke kita paatinya akan dilakukan penelitian. Sampai sekarang belum ada,” tegasnya.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.