Banner sumsel

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran, Caleg Kampanye Pakai Seragam Polri

PALEMBANG, koranindonesia.id – Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan, instansi polri akan menindak perbuatan yang dilakukan Kompol (Purn) S yang diduga berkampanye menggunakan seragam polri. Sebab, caleg itu sudah tidak lagi sebagai anggota polisi.

“Sementara bagi penyelenggara pemilu itu merupakan satu hal yang tidak terlalu berhubungan langsung karena tidak mencederai aspek institusi KPU. Tapi bagi masyarakat bisa saja dirugikan, karena seolah-olah dia masih aktif padahal tidak boleh lagi. Dan itu sebagai pelanggaran sebenarnya,” ungkap Aspahani, Kamis (18/10/2018).

Dirinya menjelaskan, yang dirugikan dalam pelanggaran itu lebih kepada instansi polri. Seolah-olah Kompol (purn) S mempengaruhi supaya orang memilih dengan memanfaatkan seolah-olah masih punya hubungan dengan institusi polri.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto mengatakan, pihaknya belum menerima laporan secara detail dari masyarakat atau pun yang menjadi pelapor. Pihaknya enggan berasumsi terlebih dahulu sebelum mengetahui duduk persoalannya.

“Kita belum membaca dan mengetahui peristiwa kejadian, alat bukti, atau saksi yang ada terkait kasus tersebut. Maka kami tidak mau menduga lebih awal lebih dini terkait masalah tersebut. Kami menunggu saja, kalau ada laporan tentu akan kami proses sesuai aturan yang berlaku di Bawaslu,” kata Irwanto.

Sejauh ini, Irwanto menjelaskan, ketika Bawaslu belum mengetahui informasi secara lengkap, pihaknya belum bisa memilah apakah itu termasuk pelanggaran kode etik, pidana, atau administratif yang dilakukan peserta pemilu.

“Kita butuh kajian awal untuk meneliti syarat materi dan syarat formilnya. Sehingga bisa diduga masuk dalam pelanggaran apa. Sejauh ini yang kita ketahui, pelanggaran yang seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Makanya kita akan mencocokan dengan UU pemilu. Kalau UU pemilu ada ranah pelanggaran, itu kami akan menindak. Tapi kalau tidak ada, mungkin akan lari ke pidana umum atau ke undang-undang lainnya,” tukasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.