Banner sumsel

Bawa Kantong Plastik, Fatimah Difitnah Penculik Anak

PALEMBANG, koranindonesia.id – Akhir-akhir ini masyarakat dibuat heboh oleh kabar berita yang tersebar di dunia maya, dalam hal ini media sosial (medsos) tentang aksi penculikan anak.

Bahkan ciri-ciri pelaku pun yang sempat disebar di medsos, menyebutkan pelaku penculikan anak ini, kerap bertingka layaknya orang gila serta, membawa kantong plastik dan karung.

Akibat maraknya berita penculikan di medsos itu pun, membuat Fatimah (54) warga Jalan Mayor Zen Lorong Pasundan Laut, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni, Palembang, difitnah sebagai salah satu pelaku penculik anak yang disebar melalui akun facebook atas nama Heni Natalia.

Tak terima ibu kandungnya telah difitnah dan dituduh sebagai pelaku penculikan anak, membuat Sartika (25) bersama dengan ibu dan ayah kandungnya mendatangi ruang pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk melaporkan akun facebook, atas nama Heni Natalia tersebut, pada Kamis (1/11/2018) sekitar pukul 14.55 WIB.

Kepada petugas piket SPKT Sartika (pelapor) mengatakan, peristiwa fitnah penculikan yang dituduhkan kepada ibunya terjadi pada Kamis (1/11) sekitar pukul 08.00 WIB tak jauh dari kediamannya.

“Awalnya saya tak tahu Pak, terus ada teman yang kasih tahu saya, kalau ibu saya ada di fb dan dituduh pelaku penculikan anak, padahal ibu aku ini balek jualan, di Pasar Lemabang,” katanya kepada awak media saat ditemuin di ruang SPKT.

Merasa tak percaya, sambungnya. Lantas ia pun langsung meminjam ponsel sepupunya, dan betapa terkejutnya pelapor saat melihat di fb milik Heni Natalia (terlapor) ternyata benar, kalau foto ibunya sudah di posting oleh terlapor.

“Bukan foto saja Pak, pemilik akun itu juga menulis sehubungan dengan penculikan anak berkeliaran di daerah Km 7, dan disekolah sambil memasang foto ibu saya yang sedang membawa kantong plastik,” ujarnya.

Dijelaskannya, kantong plastik yang dibawa ibunya ialah piring untuk berjualan. “Saya tak terima Pak, dan berharap pemilik akun tersebut dapat ditangkap, karena dia menuduh ibu saya sebagai penculik anak,” harapnya.

Ditempat yang sama, Fatimah membantah dirinya sudah dikatakan penculik.  “Saat itu saya sedang berjualan piring Pak. Dan hendak pulang ke rumah. Saya berjualan untuk tambahan kebutuhan sehari-hari,” katanya, sembari berharap pelaku penyebaran fitnah ini dapat ditangkap.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan, pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan sangkaan pelanggaran UU ITE.

“Sudah kita terima laporannya, selanjutnya akan kita serahkan ke Unit Pidana Khusus (Pidsus) untuk ditindaklanjuti,” singkatnya.

(anl)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.