Banner sumsel

Bawa 20 Kg Shabu dan 18.800 Butir Ekstasi, Miki Terancam Hukuman Mati

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Pidana mati menjadi hukuman paling berat menanti Michael Kosasih alias Miki (26) yang dihadapkan ke meja hijau karena kedapatan membawa 20 kg shabu dan 18.800 butir pil ekstasi.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, perbuatan terdakwa Miki didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Murtadlo dengan Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dijelaskan jaksa, tindak pidana itu berawal pada 25 Agustus terdakwa dihubungi Aan (DPO) melalui telepon yang memerintahkan agar pada 26 Agustus terdakwa mengantar mobil ke parkiran depan KFC Fly Over Simpang Bandara Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang bersama Resi (DPO).

Keesokan harinya, warga Jalan Srijaya Negara, Kecamatan IB I Palembang ini dijemput oleh Resi langsung menuju rumah Aaa untuk mengambil mobil. Kemudian kedua terdakwa pergi membawa mobil Toyota Agya warna kuning BG 1734 ZY dari rumah Aan menuju KFC Simpang Bandara.

Sesuai dengan yang diperintahkan, Miki memarkirkan mobil dan meletakkan kunci di bawah kursi bagian kemudi, lalu pulang bersama Resi. Beberapa jam kemudian, terdakwa kembali dihubungi Aan memerintahkan untuk mengambil kembali mobil dari lokasi sebelumnya.

Namun saat akan keluar halaman parkir, pelaku dicegat anggota BNNP Sumsel dan langsung diamankan, akan tetapi saat penyergapan, Resi berhasil melarikan diri. Ketika dilakukan penggeledahan tim menemukan sejumlah barang bukti narkoba dari dalam mobil yang dikendarai terdakwa.

Adapun barang bukti tersebut yakni sebuah koper berisi 18 bungkus plastik warna kuning bertuliskan Guanyinwang dan dua bungkus palstik warna hijau bertuliskan Guanyinwang masing-masing berisi satu bungkus plastik bening berisikan 19.923,14 gram shabu. Kemudian sebuah kotak berisi empat bungkus plastik bening besar dan 12 bungkus plastik bening berisi 18.800 butir butir pil ekstasi.

Usai jaksa membacakan surat dakwaan majelis hakim yang diketuai Erma Suharti memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berkoordinasi dengan penasihat hukum dari Posbakum PN Palembang, Desmon Simanjuntak yang mendampinginya.

Karena pihak terdakwa tak merasa keberatan, majelis hakim melanjutkan persidangan dengan memeriksa sejumlah saksi dari BNNP Sumsel. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.