Batal Pakai Shabu, Pekerja Pabrik Divonis Minimal

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Vonis minimal dalam perkara kepemilikan satu paket shabu seberat 0,043 gram itu dijatuhkan kepada terdakwa Hidayatullah, Dodi Setiawan, Firta Sentosa dan Dermawan Djaja.

Menurut majelis hakim yang diketuai Erma Suharti, perbuatan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Bila tidak sependapat dengan putusan ini para terdakwa maupun jaksa penuntut berhak mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan,” ucap Erma saat memimpin persidangan, Selasa (19/11/2019).

Menanggapi putusan minimal dari hakim dan lebih rendah dari tuntutan JPU Imam Murtadlo yang sebelumnya menuntut agar para terdakwa dihukum enam tahun penjara masih memilih pikir-pikir.

Berdasarkan dakwaan jaksa disebutkan bahwa para terdakwa ditangkap anggota Direktorat Polair Polda Sumsel di Pabrik Kertas PT Musi Rapi Paper Pulp Perairan Sungai Musi, Pulau Burung, Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin pada 31 Juli lalu.

Berawal saat terdakwa Hidayatullah dan Dodi serta Riki alias Lumba-lumba (belum diketahui keberadaannya) berencana membeli shabu, namun karena tak ada uang mereka sepakat berhutang.

Sebelum pergi membeli, mereka menemui terdakwa Dermawan yang saat itu menitipkan uang Rp100.000 untuk membeli shabu. Namun sebelum sempat digunakan di mess pabrik, para terdakwa disergap aparat kepolisian. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.