Banner sumsel

Barang Bukti Kasus Meikerta Belum Lengkap, KPK Periksa Dua Saksi Lagi

JAKARTA,koranindonesia.Id-Guna mendapat yang data komplit terkait kasus Meikarta, Komisi Pembrantasan  Korupsi (KPK) kembali memeriksa dua saksi lainnya, yakni Seksi Penataan Pertahanan BPN, Zumratul Aini dan Kepala Depertemen Land Acquisitions, Edi Dwi Soesianto untuk saksi berbeda.

Untuk saksi Zumratul Aini diperiksa sebagai saksi Billy Sindoro. Sementara Edi diperiksa untuk tersangka Sahat MBJ Nahor. Agenda pemeriksaan terhadap kedua saksi itu untuk mengetahui prosedur perizinan tanah proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan kedua saksi diperiksa sebagai saksi dua tersangka. Kedua saksi dianggap mengetahui kasus Meikerta yang saat ini sudah mendapatkan 9 tersangka.

“Keduanya akan diperiksa bersamaan, KPK ingin mendapat penjelasan dari saksi sejauh mana mereka mengetahui kasus Meikerta ini,” tandasnya.

Dalam kasus suap Meikarta, KPK telah menetapkan 9 tersangka. Mereka antara lain Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro. Kedua pelaku tersebut merupakan pihak utama dalam kasus ini.

Selain itu, KPK juga menetapkan tersangka lain dari Pemkab Bekasi, yaitu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

KPK juga menetapkan tersangka lain dari pihak swasta, yaitu Konsultan Lippo Grup Fitra Djaja Purnama, dan Pegawai Lippo Grup Henry Jasmen. KPK juga
menyita barang bukti uang 90.000 dollar Singapura, uang senilai total Rp513 juta dalam pecahan 100.000, uang Yuan dan uang RP 100 juta.

Barang bukti lain yang disita KPK antara lain tiga unit mobil jenis Toyota Avanza, Toyota Innova dan BMW. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.