Banner sumsel

Banyak Truk Sampah Rusak, Sampah Tidak Maksimal Diangkut ke TPA

PALEMBANG, koranindonesia.id – Masih banyak ditemukan sampah yang tidak terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diakui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang lantaran minimnya armada yang beroperasional.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang, Faisal Ar mengatakan saat ini Pemerintah Kota Palembang memiliki sebanyak 107 unit mobil pengangkut sampah, namun 75 diantaranya sudah rusak.

“Jadi kami mengoperasikan mobil sampah yang ada saja, sehingga tidak bisa mengatasi permasalahan sampah secara optimal,” ujarnya, Selasa (19/2/2019).

Faizal mengatakan, dalam satu hari Palembang menghasilkan sampah sebanyak 1.200 – 1.300 ton sampah. Dengan jumlah mobil sampah yang beroperasi, pihaknya hanya bisa mengangkut sebanyak 900 ton sampah per hari. “Sisanya tidak bisa terangkut karena armada kami tidak mencukupi,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, tahun ini Pemkot Palembang akan menambah sebanyak 30 unit mobil sampah dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang.

“Penambahan armada di tubuh DLHK perlu untuk penanganan sampah yang ada di metropolis, untuk meningkatkan daya kerja armada yang saat ini sudah ada,” terangnya.

Penambahan 30 unit mobil sampah tersebut terdiri dari 15 dump truck, 15 kontainer. Dengan adanya penambahan armada ini maka total armada sampah yang di milik Pemkot Palembang menjadi 137 unit. “Selain dibantu dari APBD Palembang, kami juga akan mengajukan bantuan dari pusat meski hingga saat ini belum ada,” paparnya.

Faisal menyebutkan, penanganan masalah sampah juga tak sebatas dari pentingnya penambahan armada, tapi juga jumlah pegawai pasukan kuning.”Sesuai komitmen Wali Kota tahun ini, kita juga akan tambah pegawai bahkan juga kenaikan gaji untuk kesejahteraan, apalagi memang untuk petugas sampah sudah lama belum ada kenaikan gaji,” jelasnya.

Prioritas penyelesaian masalah sampah di Kota Palembang, lanjutnya perlu penanganan yang menyeluruh, seperti melakukan manajemen persampahan, sehingga masalah sampah dari hulu ke hilir dapat tertangani.

“Untuk menjawab masalah ini, kita tengah menunggu lanjutan soal penanganan sampah melalui sistem incenerator,” pungkasnya.
(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.