Banner sumsel

Banyak Kendala, KedaiKOPI Hentikan Quick Count

JAKARTA, koranindonesia.id – Lembaga Survey KedaiKOPI menghentikan perhitungan cepat (quick count) Pemilu 2019. Hitungan tidak bisa dilanjutkan lantaran banyak terjadi kendala di lapangan.

“Mohon maaf mungkin kita tidak bisa menyelesaikannya, dan karena memang banyak kendala,” ujar Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto Wibowo,  di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam.

Kendala dimaksud seperti penghitungan suara ulang serta ada daerah yang dinilai rawan bagi numerator. Hal ini menjadi pertimbangan quick count KedaiKopi ditunda demi keselamatan.

“Jadi kami pull out beberapa numerator kami untuk pulang, sehingga kita tidak bisa menyelesaikan hari ini juga, mungkin ya, mudah-mudahan kalau ada berita yang lebih bagus kita bisa update sesegera mungkin,” terang Kunto.

“Ada Papua (daerah penarikan numerator), beberapa daerah Jawa Barat juga. Jawa Barat pelosok ya, bukan Jawa Barat yang pop,” sambung dia.

Hambatan lainnya surat suara yang tercampur sehingga para numerator diarahkan untuk meninggalkan TPS.

“Bukan kesalahan yang fatal, tapi bagi kita yang nggak bisa invest karena numerator sampai malam atau sampai besok pagi itu jadi problem besar bagi institusi kami,” tuturnya.

Kunto tidak bisa memastikan kapan penghitungan bisa dilanjutkan kembali. Sebab, kendala serupa juga dialami beberapa lembaga survei lain yang terhenti di kisaran 85-90 persen.

“Bahkan LSI yang 90 persen juga nggak call (siapa yang menang) sampai sekarang, Kompas pun kalau nggak salah juga 85 persen. Memang secara statistik kan satu ke 50 itu gampang dari pada 50 ke 100, karena challenge-nya lebih berat. Ini problem lapangan, problem teknis,” ujarnya.

Sementara itu Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio mengatakan bahwa saat ini konsentrasi penghitungan dialihkan pada suara Pemilihan Legislatif (Pileg). “Sekarang tapi kita konsentrasi ke Pileg dulu, karena kan Pilegnya juga ditunggu quick count-nya, supaya dapat semua,” tandasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.