BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Banyak Kejanggalan dalam Aksi Pelaku Teror di Mabes Polri

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Banyak kejadian janggal dari peristiwa aksi teror di Mabes Polri, Rabu (31/3) kemarin. Menurut pengamat teroris, Harits Abu Ulya, ia merasa aneh karena wanita penyerang itu bisa lolos dari pintu penjagaan gerbang Mabes Polri sambil membawa senjata api jenis pistol.
Pasalnya, kata Harits, setiap pengunjung pasti diperiksa sebelum masuk ke dalam Mabes Polri, terlebih Polri penjagaan juga ketat dengan dilengkapi alat pendeteksi logam senjata atau metal detector.
Ia menduga aksi perempuan tersebut dalam kondisi dihipnotis.
“Bisa saja itu anak perempuan lagi marah kemudian ada yang memengaruhi dia. Karena di sini banyak kejanggalan, kok dia bisa lewat metal detector, kan aneh,” ujar Harits, Kamis, (1/4).
Tak hanya itu, pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst ini juga heran, mengapa pelaku yang diketahui bernama Zakiah Aini itu langsung ditembak mati di tempat.
Menurut Harits, seharusnya aparat kepolisian melakukan sejumlah prosedur di antaranya melumpuhkan kaki untuk tujuan pengungkapan identitas dan latar belakang penyerangan.
Namun, yang paling mengherankan menurut Harits adalah, soal Zakiah Aini yang sambil membawa pistol bisa dengan leluasa melewati pintu gerbang Mabes Polri dan lolos dari alat pendeteksi Metal Detector.
“Dia (OTK) putar-putar di ruang terbuka sambil nenteng senjata api (pistol) dan kalau benar senpi bagaimana bisa ia lolos dari pintu penjagaan,” tanya Harits.
Ia juga menilai, kemungkinan wanita teroris itu dalam kondisi labil atau bahkan sedang terpengaruh hipnotis dan obat-obatan, sehingga dirinya bisa nekat melakukan penyerangan di Mabes Polri.

“Bisa saja dia wanita dalam kondisi labil, marah, atau semacamnya di bawah kendali hipnosis atau obat-obatan. Kemudian dia disuruh melakukan sesuatu yang di luar kesadaran dirinya,” ujarnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.