Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Bantuan Pangan Non Tunai dari Pemerintah Masih Belum Maksimal

Reses Tahap III Hj RA. Anita Noeringhati

 

 

PALEMBANG,koranindonesia.id–-Masyarakat mengeluh jika   kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah tidak bisa digunakan alias saldonya nol. Hal itu mengemukan dalam pertemuan Ketua DPRD Sumsel Hj. RA Anita Noeringhati dalam reses tahap III perorangan di daerah pemilihan Sumsel 1, Kamis (10/12).

 

Terkait dengan temuan ini, kata Anita pihaknya akan melakukan evaluasi dan memberikan masukan kepada pihak terkait dalam hal ini Dinkesos Provinsi dan Kota Palembang.

“Dari beberapa titik kunjungan hari ini, Gandus, Barangan, Banten dan Kertapati, hampir persoalannya sama yaitu kartu BPNT ada tapi isinya tidak ada,”katanya. Ini akan ia tidak lanjuti sebagai bagian dari hasil menyerap aspirasi di masyarakat.

BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah, melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan untuk membeli bahan pangan di pedagang pangan/e-warung  yang bekerjasama dengan bank.

 

Selain itu, masyarakat  Banten Plaju juga mengusulkan pengaspalan jalan di daerah Banten, dimana usulannya sudah adacdi Musrembang kota Palembang  tapi sampai saat ini belum terealisasi, terkait hal ini politisi Golkar dari Dapil I Sumsel mengatakan akan menelusuri karena sudah diusulkan di Musrembang.

 

“Akan mudah dilacak jika program memang sudah diusulkan di Musrembang,”katanya.

Selain menyerap aspirasi , Anita juga memberikan informasi kepada masyakarat yang ia kunjungan saat reses, terkait dengan bantuan usaha produkif. Dimana para pemilik usaha kecil akan dibantu sebesar Rp3juta untuk mengembangkan usaha kecilnya.

“Silahkan nanti yang punya usaha kecil dikoordinir untuk mendapatkan  bantuan dari pemerintah pusat untuk usaha produktif, “katanya.

Selain menyerap aspirasi, reses kali juga menjadi nostalgia bagi Anita yang sudah tiga priode duduk menjadi anggota dewan provinsi di Sumsel . Seperti di daerah jalan Dipo RT 11 misalnya,  Ketua RT Budiarto  misalnya, bercerita bahwa sudah mengenal Anita puluhan tahun, dan sampai hari ini warga khusus Jalan Dipo Rt 11 masih  dikunjungi oleh Anita.

“Ibu Anita datang bukan saat ia butuh saja, tapi memang sudah menjadi bagian dari kampung kita, aemoga aIlahturahmi terus dijaga dan artinya kami juga tidak salah memilih, “ujarnya.

Selain menyerap aspirasi, Ketua DPRD Sumsel juga membawa ole-ole untuk warga berupa sembako yang diterima oleh warga yang dikunjungi saat reses antara lain Warga Tamiyang 13 di RT 04, Barangan, warga  Kampung Taman Ramah  Lingkungan, Banten (Plaju)  dan Lorong Dipo RT 11 Kertapati.

 

(rel)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.