Banjir Kian Menjadi-Jadi, Warga Sekojo Dambakan Kolam Retensi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Dua tahun terakhir banjir dikawasan Sekojo  dan Kalidoni Palembang, kian  menjadi-jadi. Perlu upaya pemerintah setempat untuk mengatasinya, salah satunya dengan membangun sejumlah kolam retensi.

“Kalau dua tahun terakhir ini hujan  tiga sampai empat saja, sudah dapat dipastikan  banjir dengan kedalam hingga 50 cm. Kalau tidak secepatnya diatasi Pemkot Palembang, maka dua tahun kedepan kawasan kami akan tenggelam terus begitu ada hujan deras,” ujar Riki, warga 2 Ilir Palembang , Sabtu (31/3/2018) ketika ditemui disela-sela kesibukannya membersihkan rumahnya yang habis digenangi air.

Menurut Riki, upaya yang  harus dilakukan pemerintah saat ini  adalah membangunan kolam retensi dan membangun drainase (saluran air) yang langsung bermuara ke sungai Musi.

Dia juga menyarankan Pemkot Palembang untuk memberdayakan Perda rawa, sehingga tidak ada pembangunan ruko ataupun  perumahan yang melakukan penimbunan rawa tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar.

“Kalau sekarang ini yang terjadi adalah penimbunan rawa semaunya, tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Akibat pemukiman warga tergenang air,” ujarnya.

Sementara Endang warga Kalidoni mengusulkan kepada Pemkot untuk mengajak warga membangun bak-bak penampungan air hujan paling tidak dua drum setiap rumah, dengan harapan bisa mengurangi genangan air.

“Bayangkan kalau setiap rumah memiliki bak berkapasitas 500 liter, berapa banyak air hujan yang bisa ditampung. Ini  pasti akan mengurangi genangan air. Disamping airnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti untuk mencuci atau untuk mencuci motor,” katanya.

Sedangkan Ian,  warga  Sekojo mengusulkan kepada Pemkot  untuk memperdayakan masyarakat yang hidup di rawa dengan mendirikan kelompok peternak ikan lele ataupun  jenis ikan lainnya.

Dia meyakini dengan dibentuknya kelompok-kelompokpeternak ikan ini, akan terjadi pendalaman rawa secara otomatis.

“Kalau rawa itu lumpurnya diangkat , maka akan terjadi  pendalaman secara otomatis, ini akan menambah daya tampung air  hingga jutaan liter saat hujan turun. Maka dengan sendirinya akan mengurangi  potensi terjadi banjir.  Ini baru untuk beberapa kelompok budidaya ikan saja, bayangkan kalau seluruh masyarakat yang hidup di rawa  diperdayakan,”katanya.

Selain untuk mengurangi potensi banjir, pembentukan kelompok budidaya ikan ini juga katanya, akan memberikan peluang ekonomi  bagi masyarakat dengan menambah penghasilan  melalui  usaha ternak ikan.  (lan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.