Banner Pemprov 17 Agustus

Banjir Indramayu Meluas, Pemkab Tetapkan Status Darurat

INDRAMAYU, SiF-Banjir yang melanda Indramayu sejak tiga hari terakhir memaksa pemerintah daerah setempat menetapkan status darurat terhitung mulai 8 hingga 21 April 2019.

Banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Cimanuk itu telah menggenangi 8.271 rumah di 19 desa atau kelurahan yang tersebar di lima kecamatan.

Adapun 19 desa tersebut, yakni Desa Plumbon, Dukuh, Pekandangan, Pekandangan Jaya, Bojongsari, Kepandean, Paoman dan Pabean Udik, di Kecamatan Indramayu. Kemudian di Kecamatan Sindang adalah Desa Kenanga, Terusan, Penyindangan Wetan, Babadan, Dermayu dan Wanantara.

Selain itu, Desa Pasekan dan Pagirikan di Kecamatan Pasekan, Desa Rambatan Kulon dan Bojong Slawi di Kecamatan Lohbener, serta Desa Lamarantarung di Kecamatan Cantigi.

Dikutip dari BNPB.go.id, tak hanya merendam rumah warga, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan raya, masjid, musholla, sekolah, sarana olahraga, hotel dan fasilitas umum lainnya. Bahkan, banjir juga merendam halaman Pendopo Kabupaten Indramayu serta sejumlah kantor dinas seperti Dinas Pendidikan, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Kantor Inspektorat, dan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian.

Hingga saat ini, air yang merendam pemukiman warga terus mengalami kenaikan seiring tingginya intensitas hujan dan terus meluapnya Sungai Cimanuk. Data terakhir sejak Selasa, 9 April 2019 siang sebanyak 11.079 jiwa per 3.310 KK yang terdampak banjir telah mengungsi.
(lan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.