Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

BALI Destinasi Favorite MICE

JAKARTA,koranindonesia.id–-Pandemi  menimbulkan banyak dampak salah satunya sektor  pariwisata.  Tdak salah jika pemerintah memberikan perhatian khusus salah satunya  pada Bisnis kreatif meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung dari sektor pariwisata di Indonesia yang sebelumnya bisnis MICE sempat lesu sejak pandemi COVID-19 melanda.

Lesunya bisnis MICE diakibatkan perubahan berbagai acara pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran ke sistem virtual. Pembatasan kerumunan dan peraturan karantina mandiri membuat geliat bisnis MICE sempat terhenti.

Meski begitu, pelaksanaan protokol CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability) memberikan harapan baru bagi peluang bisnis MICE di Indonesia.

Direktur MICE Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Iyung Masruroh, dalam situs resminya mengungkapkan jika saat ini pemerintah tengah memilih segmentasi pebisnis dalam menyelenggarakan MICE.

Salah satu destinasi wisata yang potensial dan populer sebagai lokasi MICE adalah Bali. Pulau Dewata telah menduduki jajaran peringkat teratas dalam destinasi MICE di Indonesia sejak 2010 silam.

Maka tidak heran jika Bali sering didaulat sebagai tuan rumah berbagai event bertaraf Internasional. Acara-acara tersebut meliputi ajang pemilihan Miss World, UN Climate Change Conference, IMF-World Bank, Indonesia Africa Forum, KTT ASEAN, hingga festival musik internasional lainnya.

Ada banyak alasan yang menjadikan Bali sebagai tempat paling potensial untuk MICE. Terutama karena banyaknya fasilitas pendukung utama seperti hotel berbintang dengan pelayanan prima, ballroom, venue exhibition, shopping center, hingga pilihan tempat rekreasi yang beragam. Bukan hanya di Denpasar sebagai ibukota Bali, fasilitas MICE bertaraf internasional tersebar hampir ke seluruh penjuru pulau Dewata.

Pelaksanaan MICE di Bali juga sangat potensial, mengingat culture setempat yang memberikan daya tarik sendiri. Selain itu, Bali telah memiliki citra yang baik di mata dunia, dan telah dinobatkan sebagai number one leisure destination in the world.

Nama besar Bali tersebut juga didukung dengan lanskapnya yang memiliki sejuta pesona. Hal ini dapat memberikan inspirasi bagi penyelenggara MICE dalam menyusun acara selama berlangsungnya program.

Menyelenggarakan MICE di Bali juga memudahkan panitia acara untuk menyesuaikan tema dengan lokasi yang diinginkan. Pasalnya, bentang alam Bali tergolong sangat lengkap, mulai dari gunung hingga ke pantai ada di Bali, selain itu Bali memiliki budaya yang kaya akan nilai-nilai.

Jika program MICE ingin menonjolkan nuansa pedesaan yang damai dengan dikelilingi panorama sawah terasering/sengkedan khas Bali, penyelenggara MICE dapat memilih lokasi di Ubud.

Sebaliknya, jika menginginkan suasana pantai, Bali merupakan surga dari pantai-pantai tereksotis di Indonesia. Penyelenggara MICE dapat memilih pantai berdasarkan karakteristik yang diinginkan.

Menyelenggarakan program MICE di Bali juga menawarkan keuntungan lain bagi peserta kegiatan. Karena rapat, pertemuan, atau pameran dapat dikombinasikan dengan kegiatan-kegiatan hiburan lain sebagai incentive trip.

Begitu juga dengan penyelenggara pameran produk atau karya, menghelat event pameran di Bali membuka lebih banyak kesempatan. Selain fasilitas yang telah memenuhi standar MICE, pameran di Bali berpeluang disaksikan oleh khalayak yang lebih luas. Sebab Bali selalu ramai kunjungan wisatawan mancanegara. Karena itu anggapan Bali lokasi terbaik penyelenggaraan MICE bisa dibilang cukup sesuai.

Lokasi MICE Populer Selain Bali

Selain MICE di Bali, ada beberapa lokasi lain di Indonesia yang juga populer dalam hal MICE, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Manado, Batam, dan Lombok.

Tidak berbeda dengan Bali, kesembilan destinasi MICE ini juga memiliki fasilitas-fasilitas penunjang bertaraf Internasional dengan kualitas memadai. Keseluruhannya menawarkan potensi wisata baik alam, kuliner, sejarah, dan budaya yang tak kalah memesona.

MICE ditargetkan menjadi wisata unggulan, dan akan berkembang pesat setelah pandemi berakhir. Pasalnya, MICE memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak ekonomi, khususnya sektor parekraf.

Potensi ini terlihat karena wisatawan MICE umumnya memiliki anggaran yang sangat tinggi dalam sekali kedatangan. Hal ini akan membuat perputaran ekonomi di ranah lokal maupun internasional terus hidup.

Harapannya, kedatangan wisman untuk wisata MICE semakin tinggi tahun ini dan ke depannya. Dengan demikian pariwisata mampu bergeliat kembali dan dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.

 

(red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.