Banner sumsel

B2W Indonesia Dukung Petisi Parkir Sepeda Khusus di Area Stasiun

JAKARTA, koranindonesia.id – Bike to Work Indonesia (B2W) sebagai komunitas yang mendorong penggunaan sepeda sebagai moda transportasi alternatif, khususnya di kota besar, mendukung petisi keberadaan parkir sepeda khusus, di area stasiun kereta.

Ketua B2W Indonesia, Poetoet Soedarjanto mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui, bahwa sebagian besar hari di Jakarta sejak 2018, dalam kondisi kualitas udara yang buruk. Yaitu, 196 hari dalam level kualitas udara tidak sehat, 122 hari level kualitas udara sedang, 13 hari tidak terdata, dan hanya 34 hari level kualitas udara bersih. “Penyumbang terbesar buruknya kualitas udara di Jakarta, yaitu sebesar 70% disumbang oleh asap dari knalpot kendaraan bermotor,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Dijelaskannya, B2W Indonesia menilai, bahwa dibutuhkan kebijakan pemerintah secara menyeluruh di bidang tranportasi publik, yang mendukung penggunaan sepeda sebagai moda transportasi alternatif yang ramah lingkungan, menyehatkan, dan menjadi solusi mengatasi masalah  kemacetan. “Bersepeda adalah solusi tanpa polusi, sebab bersepeda bisa membuat hidup kita sehat,” jelasnya pula.

Ditambahkannya, sejak 2008 B2W Indonesia telah berulang kali bertemu pimpinan PT KAI untuk membicarakan konsep parkir khusus sepeda di area sekitar stasiun, khususnya untuk area Jabodetabek. Apalagi ketika muncul peraturan bahwa sepeda tidak boleh lagi masuk dalam gerbong penumpang. Meski demikian, hingga kini pembicaraan tersebut belum menemukan titik terang, sementara di sisi lain makin banyak pengguna sepeda yang juga pengguna moda transportasi kereta komuter.

Pada akhirnya, para pesepeda harus mengalah dengan membeli sepeda lipat yang diperbolehkan masuk gerbong penumpang, atau parkir berbayar di tempat kendaraan bermotor di area stasiun. “Berbeda dengan kondisi di banyak negara, di mana stasiun-stasiun kereta dilengkapi pula dengan parkir khusus sepeda,” beber Poetoet.

Karenanya, penyediaan parkir khusus sepeda ini tentunya, menjadi dorongan besar bagi para pengguna komuter line, untuk menggunakan sepeda sekaligus mengombinasikannya dengan moda transportasi publik lainnya.

Tentunya, hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengatasi kemacetan, mengurangi polusi udara di perkotaan, membenahi sarana dan prasarana transportasi publik, salah satunya dengan  program moda transportasi terintegrasi, dan sebagainya. “Semuanya bisa dimulai dari PT KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyediakan lahan khusus parkir sepeda, tak berbayar di setiap stasiun kereta,” tandasnya.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.