Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Aziz Yanuar : Bubuk Putih Mencurigakan Bukan Barang Berbahaya, Biasa Dipakai Bersih-Bersih Toilet Masjid

 

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Eks pengacara FPI, Aziz Yanuar bisa membuktikan bahwa bubuk yang ditemukan kepolisian biasa digunakan anggota FPI untuk kegiatan bersih-bersih toilet masjid. Sebelumnya polisi mencurigai bubuk yang ditemukan kepolisian saat melakukan penggeledahan di bekas markas Front Pembela Islam (FPI) pada Selasa (27/4).

Dalam siaran kanal Youtube, Selasa (27/4) malam, dikatakan Aziz, dirinya sudah bertanya dengan penanggung jawab di kantor dan informasi dari beberapa pihak itu memang pembersih toilet yang memang digunakan untuk program bersih-bersih WC dan toilet masjid beberapa waktu yang lalu.

“Program itu bagus (bersih toilet) menggunakan detergen yang bubuk tadi,” ucapnya.

Aziz mengakui memang telah terjadi penggeledahan terhadap bekas Markas FPI di Petamburan, Jakarta pasca penangkapan Munarman. Markas itu sendiri, sejak FPI dibubarkan sudah jarang digunakan.

“Sepengetahuan saya lokasi tersebut sudah dari mungkin sekitar bulan Desember atau Januari itu sudah jarang digunakan. Karena kan Pembela Islamnya sudah bubar,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror menyita pelbagai barang-barang mencurigakan di bekas markas FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (27/4). Tim Jibom Gegana dan Labfor Mabes Polri sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis barang mencurigakan tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, Tim Densus 88 Antiteror sedang melakukan penggeledahan didampingi Ketua RT dan RW setempat. Hengki menyebut, beberapa bahan-bahan kimia diduga berbahaya ditemukan di dalam.

Sejauh ini, Hengki belum menyebutkan secara rinci temuan ini. Menurut dia, Tim Jibom dan Labfor Mabes Polri akan memeriksanya nanti.
“Rangkaian kegiatan penggeledahan ini sedang berlangsung disaksikan oleh ketua lingkungan RT/RW dan status quo kita jaga betul. Dan hari ini kita dapatkan informasi ditemukan bahan-bahan yang cukup berbahaya menurut keterangan dari Jibom,” kata Hengki di lokasi, Selasa (27/4) malam.

Hengki mengatakan, bahan-bahan berbahaya berbentuk bubuk. Namun, Hengki belum bisa menjawab jenis bahan kimia tersebut.
“Bentuknya bubuk, detailnya nanti ke kabid humas,” ujar dia. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.