Banner sumsel

Atasi Sampah di Palembang, Estimasi Investasinya Capai Rp2 Triliun

PALEMBANG, koranindonesia.id- Pengolahan sampah dengan incenelator dipastikan ampuh menangani permasalahan sampah di Palembang sehingga mengurangi tumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan. Salah satu investor memperkirakan penerapan sistem ini mencapai triliunan rupiah.

Investor dari PT Zhongde Waste Technology, Kurmin Halim mengatakan, penanganan sampah dengan sistem incenelator sudah banyak diterapkan di negara maju. “Negara maju sudah menerapkan sistem ini, kita berharap kedepan Palembang juga menggunakan incenelator dalam penanganan sampah,” katanya.

Pengolahan sampah di Palembang dengan sistem incenelator menarik perhatian investor untuk bergabung. Kurmin mengatakan, ketertarikannya untuk menjadi salah satu pengusaha yang bergabung menangani sampah lantaran bentuk kepedulian pengusaha untuk Kota Palembang.

Diyakini, dengan menggunakan incenelator, Palembang bisa zero sampah. Selain energi listrik yang dapat dihasilkan, abu dari sisa sampah bisa digunakan untuk membuat batu bata. Zhongde memang belum secara resmi bekerja sama dan baru menyatakan ketertarikan.

“Investasinya cukup besar, bisa mencapai Rp2 triliun. Nantinya bisa dengan sistem BOT dengan pemerintah, nanti pada akhirmya dikelola oleh pemerintah, kita hitung-hitung berapa berapa porsinya” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Kebersihan Kota Palembang, Faizal AR mengatakan, lelang ulang ini karena adanya revisi Peraturan Presiden (Perpres) yang terbaru nomor 35 tahun 2018 perbaruan dari perpres nomor 18 tahun 2017.

“Maka pengakajian perlu dilakukan ulang, sistem kerja sama yang akan digunakan seperti apa serta aspek lainnya yang juga harus dipertimbangkan,” jelasnya.

Dengan teknologi ini, Sampah kota Palembang  yang per hari bisa mencapai  900 sampai 1000, dan naik menjadi 1200 ton untuk sabtu dan  minggu. Kebutuhan sampah untuk  incenerator perkiraan 1200 ton sekali pembakaran, dengan jumlah penduduk Palembang sekitar 1,7 juta dan tingkat penghasilan sampah per orang 0,7 kilogram maka kebutuhan ini dapat terpenuhi.

“Jumlah sampah sebesar itu, nantinya akan jadi bahan baku penghasil listrik. Dan dari hitungan listrik yang dihasilkan 20 sampai 25 mega watt. Dengan listrik sebesar itu, maka Palembang akan aman masalah listrik,” terangnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.