Banner sumsel

Atasi Banjir, Pemkot Palembang Bangun Tiga Pompanisasi

PALEMBANG, koranindonesia.Id-Walikota Palembang Harnojoyo meyakini permasalahan banjir di Kota Palembang akan tuntas jika pembangunan tiga pompanisasi yang saat ini sedang on progress terealisasi.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, banjir disebabkan banyak faktor, diantaranya genangan air pasca pembangunan LRT seperti di Jalan Sudirman disebabkan adanya sumbatan ataupun penyempitan saluran air, kapasitas kolam retensi hingga curah hujan yang tinggi seperti dalam bulan ini membuat genangan tinggi apalagi tempat penampungan air memiliki keterbatasan.

“Dengan Kondisi sungai kota yang mengalami pasang, menjadi salah satu faktor dalam hal ini,” katanya.

Mengenai upaya mengurangi banjir ini, pihaknya sudah menyusun sejumlah program. Diantaranya pembangunan pompanisasi. “Yang akan segera selesai di tahun ini pompanisasi Sungai Bendung, kalau itu sudah selesai, maka banjir di kawasan tersebut akan teratasi atau setidaknya banyak berkurang,” jelasnya.

Untuk yang masih dalam tahap pembahasan, pemkot juga meminta kepada perusahaan BUMN untuk membangun pompanisasi di kawasan Sungai Buah, Sungai Selayur dan Sungai
Sekanak – Lambidaro. “Kalau tiga pompanisasi ini dibangun, maka kita optimis dapat mengatasi masalah genangan air ketika sedang musim hujan,” ujarnya.

Harno juga menyebutkan, selain dengan program pembangunan, pihaknya juga tetap aktif mengadakan program gotong royong untuk membersihkan aliran sungai yang tersumbat, sehingga ini juga dapat membantu pengurangan genangan air.

“Kami juga meminta peran serta masyarakat, ketika ada saluran yang terhambat hendaknya jangan hanya tunggu pemerintah, tapi aktif untuk membersihkan,” tukasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Bastari Yusak memaparkan, untuk program banjir, pihaknya saat ini tengah melakukan bongkar saluran, untuk aliran sungai ini khususnya di jalan nasional yang berdampak banjir, seperti di Jalan  Jenderal Sudirman, Letkol Iskandar, dan lainnya.

“Supaya aliran air ini lancar, maka saluran ini kita bangun atau yang ada kita lebarkan, dan semua pengerjaan untuk ini kita punya waktu kerja selesai dalam tahun ini, karena itu proses pembangunan atau pelebaran saluran butuh waktu sekitar 4 sampai 6 bulan,” terangnya.

Sedangkan untuk pengerjaan masalah banjir lainnya, pompanisasi Sungai Bendung juga tengah proses dan akan selesai di Juni tahun ini, serta Kolam Retensi Brimob. “Untuk pembangunan pompanisasi Sungai Buah masih dalam tahap pembicaraan dengan PT Pusri yang akan membangun, dan ada juga untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) restorasi Sekanak – Lambidaro yang juga akan dibangunkan pompanisasi,” jelasnya.

Bastari mengklaim, jika pembangunan  ini selesai semua, maka akan mampu mengatasi masalah banjir yang ada. “Untuk yang target pengerjaan selesai di 2019, itu kami perkirakan mampu menurunkan titik banjir hingga 50 persen,” katanya. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.