Banner sumsel

Atasi Banjir Dadakan di Palembang, Trotoar Ditambah Manhole

PALEMBANG, koranindonesia.id – Hujan dengan intensitas deras yang terjadi di wilayah Kota Palembang, selalu saja mengakibatkan banjir dadakan setidaknya di 64 titik di wilayah Kota Palembang.

Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meyakini, hal itu terjadi lantaran sistem pengaliran di drainase yang tidak maksimal. Maka dalam waktu dekat PT Waskita Karya akan menambah manhole di trotoar jalan.

Kepala Koordinator Lapangan PT Waskita Karya, Bambang Priambodo mengatakan, Kota Palembang di dominasi kawasan dataran rendah dan rawa. Sehingga kota ini dinilai perlu sistem penanganan genangan air saat hujan deras.

“Kita perlu menambah manhole untuk mengatasi genangan air,” ujarnya usai pertemuan dengan Wali Kota Palembang, Rabu (17/10/2018).

Bambang mengatakan, pembuatan manhole berjarak lima meter di setiap trotoar. Pihaknya akan menambah manhole agar air yang tergenang mudah meresap ke arah trotoar.

“Manhole ini mempermudah maintenance dalam pengambilan sampah ketika ada penumpukan, kalau di tengah jalan kan agak sulit, makanya dibuatkan manhole di trotoar,” jelasnya.

Penambahan manhole rencananya dilakukan di lokasi trotoar Jalan Kapten A Rivai dan dua manhole di sekitaran Stasiun Ampera. Sementara manhole yang sudah ada di lokasi Jalan Kolonel H Burlian di sekitaran Pool Damri, Hotel Darma Agung, Punti Kayu dan di Jalan Sudirman.

Sedangkan penyediaan box culvert sudah ada di 35 titik, namun belum bisa menampung genangan air. Ini dilakukan juga lantaran permasalahan banjir dadakan yang kerap terjadi di dalam Kota Palembang, kini menjadi sorotan, karena itu PT Waskita Karya akan menambah manhole untuk mengatasi genangan air ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Bastarai mengakui, saat ini ada 64 titik genangan air. Untuk mengurangi titik genangan ini, pihaknya mulai bekerja membuat manhole. “Rencananya setiap lima meter akan diberi manhole,” ujarnya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo saat menggelar pertemuan dengan pihak PT Waskita Karya dan Dinas PUPR Kota Palembang terkait penanganan banjir dadakan yang sering terjadi di Palembang, Rabu (17/10). (FOTO/SEN)

Sementara upaya lain yang dilakukan Pemkot Palembang adalah menambah kolam retensi. Kolam ini berguna bagi penampungan air yang dialirkan dari drainase dan titik genangan air. Tahun ini ada dua pengerjaan proyek kolam retensi, yaitu kolam retensi/pompanisasi Sungai Bendung dan kolam retensi Brimob Jalan Demang Lebar Daun yang tengah dalam proses.

Bastari mengatakan, saat ini Palembang sudah memiliki 26 kolam retensi yang ada di tiap kecamatan. Namun, jumlah ini belum kategori ideal. Sebab, untuk Pembangunan beberapa terkendala pembebasan lahan.

“Palembang butuh 77 kolam retensi. Dengan yang telah ada, maka kita tambah lagi 2 untuk tahun ini, dan kita ajukan untuk pembangunan di tahun depan sebanyak 3 plus peningkatan 1 kolam retensi,” jelasnya.

Tiga kawasan ini sudah dibebaskan lahannya, yaitu Kancil Putih, sekitar Grand City di AAL, Tanjung Burung Ilir Barat (IB) II, dan satu lagi untuk ditingkatkan Tanjung Sari yang sudah ada kolam retensinya tinggal penyelesaiannya landscape.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.