Banner sumsel

Arsul Sani: Mukernas PPP yang Akan Digelar Kubu Djan Faridz  Illegal dan Liar

JAKARTA, koranindonesia.id – Rencana Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kubu Djan Farid mengelar Mukernas Pada 15-16 November 2018 mendapat reaksi dari PPP kubu Romahurmuziy alias Romy. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Kubu Romy, Arsul Sani, bahwa PPP yang sah adalah yang tercantum dalam surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).sehingga kata dia PPP yang sah adalah kepemimpinan Romahurmuziy.

“Mukernas PPP yang akan digelar oleh kubu Djan Faridz sebagai PPP yang illegal dan liar,” ucap dia dalam keterangan tertulis, Selasa (l3/11/2018).

Dijelaskan Anggota Komisi III DPR, jika Mukernas itu tetap digelar, maka pihaknya akan melaporkan ke kepolisian. “Karena itu akan memperkarakan itu secara pidana kepada aparat yang berwajib,” ucap Arsul.

Terkait apakah Kubu Romi akan menutup pintu ke pada PPP kubu Djan, Arsul menuturkan bahwa pihaknya sangat terbuka mempersilahkan PPP kubu Djan untuk bergabung.

“Kalau mau rekonsialisasi atau islah dengan kami, maka kami akan buka pintu dan persilakan mereka bisa bersilaturahmi ke PPP Romahurmuziy. Tidak usah bikin ulah dengan Mukernas illegal,” imbuh dia.

“Tidak perlu menggunakan alasan ingin menyelematkan PPP dari ancaman tidak lolos PT 4% di pemilu 2019. Apalagi masih mengklaim diri sebagai DPP PPP. Ini cara yang salah langkah total,” tambahnya.

Diketahui, PPP Muktamar Jakarta akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional pada tanggal 15-16 November 2018. Dimana acara itu rencananya di Auditorium Gedung Galeri, Jakarta Pusat.(Mar)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.