Banner sumsel

Aspal Karet Belum Bisa Diterapkan di Sumsel

PALEMBANG, koranindonesia.id – Penggunaan aspal karet untuk infrastruktur jalan di Sumatra Selatan (Sumsel) ternyata belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Pasalnya, belum ada aturan ataupun petunjuk teknis yang bisa dijadikan dasar penggunaan bahan aspal karet.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sumsel, Ucok Hidayat mengatakan, permintaan Presiden RI, Joko Widodo yang menginginkan penggunaan karet sebagai bahan campuran aspal jalan tersebut baru diminta kepada Kementerian PU PR.

Sementara untuk di daerah, pihaknya belum memiliki petunjuk teknis berupa Peraturan Pemerintah ataupun Peraturan Menteri.

“Bagaimana memprogramkan dan formula standar penggunaan aspal karet tersebut. Kita belum bisa mengaplikasikannya karena harus dikaji lagi lebih dalam, baik dari sisi aturan ataupun standar yang sesuai,” ujar Ucok kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Menurut dia, biasanya setelah ada perintah presiden, Kementerian PU PR akan melaksanakan sejumlah kajian untuk melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan. Baik mengenai standar penggunaan, seberapa banyak campuran karetnya, standar nasionalnya serta aturan teknisnya.

“Kalau kajian sudah selesai dan diminta diberlakukan di seluruh Indonesia, maka baru bisa diterapkan,” katanya lagi.

Ditambahkannya, penggunaan campuran karet pada aspal jalan belum bisa dijadikan prioritas, khususnya di Sumsel. Sebab, pembuatan jalan tidak hanya terkait masalah teknis saja, tetapi juga harus dipertanggungjawabkan secara keuangan.

“Jangan sampai ketika ini sudah digunakan malah jadi temuan BPK atau BPKP. Kalau ada payung hukumnya, bisa saja diterapkan, tapi untuk Sumsel belum bisa,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.