Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Ari, Otak Pencurian Rumah Mewah Ditangkap Polisi

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Sempat heboh pencurian rumah mewah yang menggondol seluruh isi rumah, polisi akhirnya berhasil menangkap menangkap otak pencurian di Jalan Kedoya Alkamal Blok A15/27 RT 04/RW 04 Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pelaku bernama Ari berhasil ditangkap pada Minggu (28/3) di tempat kostnya kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Di kost Ari, polisi menemukan sejumlah perabot yang diduga dicuri dari rumah mewah yang sudah beberapa bulan kosong tersebut.

“Ada lemari, tempat tidur, sofa,” ujar Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Robinson Manurung saat dikonfirmasi, Senin (29/3).

Kini Ari sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus yang dibilang baru pertamakalinya ini Ari memerintahkan sejumlah orang untuk mencuri isi rumah, mulai dari material bangunan hingga perabotan. Barang tersebut telah dibongkar serta dibawa kabur oleh orang suruhan Ari.

Material hasil bongkaran rumah, seperti kusen, ubin, keramik, dan sanitary kemudian dijual terpisah.

Berdasarkan keterangan polisi, Ari menyuruh seseorang berinisial S (47) untuk membongkar rumah itu dengan maksud menjual material yang dibongkar.

Kepada S, Ari mengaku sebagai orang kepercayaan pemilik rumah.

S kemudian menginformasikan hal tersebut kepada SU alias ND (58).”S maupun ND ini memang dia jual beli material-material bekas,” ujar Robinson.

ND kemudian menyuruh tiga orang tukang untuk membongkar material rumah untuk kemudian ia jual.

ND, S, maupun tiga orang tukang berinisial ES (50), WA (33), KA (50) telah diamankan oleh polisi dengan status saksi.

Selain itu, polisi juga mengamankan mobil pick up yang berisi kayu dan kusen di tempat kejadian perkara.

Rumah itu merupakan peninggalan orangtua dari Rudi Hartodjo (53), bersaudara.
Kasus itu terungkap saat MH (56), kakak Rudi Hartodjo melihat ada sekelompok orang yang tidak dikenalnya sedang membongkar material rumah pada Sabtu dua pekan lalu.

Ia lalu menanyakan mengapa rumah tersebut dibongkar. Para pekerja mengaku disuruh orang lain untuk membongkar rumah tersebut.
MH segera menghubungi sekuriti kompleks dan polisi. Dalam laporan polisi, korban memperkirakan kerugian mencapai Rp 1 miliar. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.