Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Apresiasi Maklumat MUI, PKS Tidak Ingin Pembantaian Ulama Terulang

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat mengapresiasi maklumat Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Provinsi Nomor: Kep-1240/DP-MUI/VI/2020.

Ketua DPP PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, mengungkapkan bahwa pada pokok pikirannya, para Ulama di MUI menyampaikan bahwa Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) telah mendistorsi substansi dan makna nilai-nilai Pancasila sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945.

“Sebenarnya ini sangat sejalan dengan kekhawatiran PKS selama ini, karenanya PKS keukeuh menyuarakan penolakan terhadap RUU HIP,” ungkap Habib, sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (15/7/2020).
Habib itu pun mengaku bersyukur bahwa suara para Ulama khususnya yang berada di MUI sejalan dengan suara PKS.

“Tentunya ini akan menambah spirit untuk kami, ini menjadi energi tambahan untuk lebih lantang menyuarakan pelarangan komunisme di Indonesia, utamanya dalam RUU HIP,” ujarnya.

Bagi PKS, Habib menegaskan, Pancasila adalah nilai mati, pihaknya bersama para Ulama akan mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Dan tentunya kita tidak ingin mengulang sejarah, ketika para Ulama kita dibantai oleh PKI. Oleh karenanya jika ada RUU HIP, sudah menjadi kewajiban kita memasukkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 sebagai salah satu sumber rujukan,” kata Anggota Komisi III DPR RI itu.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.