Banner sumsel

Pemuda Pancasila dan API Datangi Polres Lahat

LAHAT,koranindonesia.id – Aliansi Pembela Islam (API) bersama Pemuda Pancasila, Lahat menggelar aksi unjukrasa di Polres Lahat. Mereka mempertanyakan tidaklanjut kasus dugaan ujaran kebencian terhadap agama Islam oleh terlapor Radius Wijaya alias Alung, Rabu (4/4).

Samsul Hakim SE, dari Pemuda Pancasila Lahat dalam orasinya meminta Polres Lahat transparan dalam menuntaskan kasus dugaan ujaran kebencian oleh Alung itu. Dia juga meminta Polres mengusut kasus tersebut secepat-cepatnya.

Dikatakannya, Pemuda Pancasila mempunyai kewajiban untuk turut menjaga kerukunan umat beragama dan NKRI.

“Majelis pertimbangan nasional pusat dan majelis pertimbangan Sumatera Selatan telah berkomitmen menjaga para ulama, para ustadz, para kiai,dan para guru ngaji apabila dia dinistai dan dilecehkan,dan sebaliknya Pemuda Pancasila berkewajiban menegur apabila berceramah tidak sesuai dengan Pancasila, UUD 1945,dan Bhinika tunggal Ika,” kata Samsul.

Sementara Ketua Pemuda Muhammadiyah Lahat,  Elvin Kurniasyah meminta Kapolres Lahat agar dapat menuntaskan kasus ini secara terbuka. “Mana katanya sudah gelar perkara kami ingin mengetahui hasilnya. Jangan sampai Kota Lahat ini menjadi embrio kasus-kasus penistaan agama, kami tak ingin suatu hari nanti ada Alung-Alung lainnya, untuk itu kami minta kasus ini dibuka seterang-terangnya, dan segera tuntaskan,” ujar  Elvin Kurniasyah.

Pada kesempatan itu Elvin menyampaikan pernyataan sikap,  yakni mendukung Kapolres untuk menuntaskan kasus Alung, selanjutnya menuntut saudara Alung meminta maaf secara terbuka, dan terakhir API akan terus mengawal kasus ini dan meminta Kapolres untuk terbuka dan komunikatif dalam setiap proses penyelesain kasus tersebut.

Setelah hampir satu lamanya, akhirnya massa dapat bertemu dengan Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi, SIK. Dihadapan massa Kapolres mengatakan  hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan saksi-saksi dan selanjutnya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut.

Roby mengatakan untuk menuntaskan kasus ini pihaknya  tidak bisa langsung menangkap terduga sebagai tersangka karena itu harus melalui proses hukum. (nur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.