API Lahat Desak Polres Jeblos Alung ke Penjara

LAHAT, koranindonesia.id – Aliansi Pembela Islam (API) bersama Ormas Laskar Merah Putih dan masyarakat Lahat kembali menggelar aksi demo. Mereka mendesak Polres Lahat untuk segera menjebloskan  Radius Wijaya alias Alung, terduga penista agama ke penjara.

Pantauan,  aksi dimulai dari lapangan PJKA menuju kediaman Radius wijaya, setelah itu massa bergerak menuju Polres Lahat, Senin (23/4/2018).

Elvin, Ketua API Lahat mengatakan, aksi yang mereka lakukan murni dari hati untuk mengawal proses hukum  terhadap Alung oleh Polres Lahat. Mereka juga mendesak Polres untuk segera menangkap sang penista agama, karena sampai saat ini belum ada titik terangnya.

“Sampai kapanpun kami tetap mengawal proses hukum Alung yang sampai saat ini belum ada kejelasan seakan agama kami tidak diharaukan, padahal sekarang ini sudah ada UU yang sudah di sahkan oleh negara bahwa dilarang menyebarkan berita hoax dan SARA berbentuk apapun dimana pun tapi nyatanya apa, ingat kalau kalian mengaku agama Islam tolong secepatnya kasus ini segera dituntaskan, kalau tidak maka saya sarankan ganti pakaian anda dengan pakaian kain kafan apabila kalian tidak membela kami di Jalan Allah karena agama kami dilecehkan,” ujarnya.

API meminta kepolisian untuk secepatnya mengambil keputusan untuk menangkap terduga  penista agama Radius Wijaya alias Alung. Jika masalah ini berlarut-larut maka pihaknya akan mengadukan permasalahan  tersebut  ke Polda Sumsel.

Kedatangan massa ini diterima Wakapolres Lahat. Wakapolres mengapresiasi kegigihan API memperjuangkan tuntutannya.

“Kami pihak kepolisian tidak tidur, disini kami masih mengadakan penyelidikan lebih lanjut dan saat ini masih dalam proses pemanggilan saksi-saksi untuk menetapkan permasalahan ini.

Disini kami perlu waktu untuk melakukan penyelidikan bahwa polisi tetap memperoses lebih untuk menetapkan Alung bersalah atau tidak,” jelasnya.

Sementara Khairul,  salah seorang  tokoh pemuda Lahat mengatakan pihaknya hanya meminta supaya Alung segera ditangkap.

“Pak, bukan kami mendesak pihak kepolisian tapi kami hanya meminta supaya pihak kepolisian untuk profesional menangani kasus ini. Kami hanya minta Alung sang penista agama segera ditangkap dan disini kami sudah menghadirkan ahli dalam tata bahasa ujaran kebencian yang didatangkan langsung dari Jakarta,” pungkasnya. (nur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.