Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

AP II Selesaikan Pembangunan ‘Airside’ Bandara Jenderal Besar Soedirman

Purbalingga,koranindonesia.id-PT Angkasa Pura/AP II (Persero) telah mentuntaskan pembangunan fasilitas utama sisi udara (airside) Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga.

“Fasilitas utama sisi udara dengan pembangunannya sudah mencapai 100 persen adalah runwaytaxiway dan apron,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/2/2021).

Dengan selesainya pembangunan itu maka Bandara Jenderal Besar Soedirman sudah dilengkapi runway berdimensi 1.600 x 30 meter, apron seluas 69 x 103 meter dan taxiway dengan lebar 15 meter. Dengan demikian, kapasitas sisi udara tersebut dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis twin propeller seperti ATR 72-600.

Awaluddin mengatakan, pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar 2 tahun lalu. “Sekitar 2 tahun lalu PT Angkasa Pura II mulai membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman ini dari nol, istilahnya dari lahan masih berupa tanah greenfield. Sekarang, Purbalingga sudah memiliki bandara dengan seluruh pembangunan sisi udara dilakukan anak bangsa. Semoga apa yang kita semua lakukan dapat membawa manfaat terhadap pengembangan konektivitas udara di Tanah Air,” ungkapnya.

Setelah pembangunan fasilitas utama sisi udara tuntas 100 persen, proses selanjutnya adalah verifikasi yang dilakukan regulator penerbangan sipil yakni Kementerian Perhubungan.

Adapun tahap awal menuju proses verifikasi telah dilaksanakan uji terbang (proofing flight) di Bandara Jenderal Besar Soedirman pada Minggu, 31 Januari 2021 oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto bersama jajaran Ditjen Perhubungan Udara.

“Pesawat King Air nomor registrasi PK – CAN yang digunakan untuk proofing flight kemarin mendarat mulus di runway baru Bandara Jenderal Besar Soedirman menjelang pukul 09.00 WIB dengan membawa 6 penumpang dan 3 kru pesawat. Dengan begitu tahap selanjutnya Kemenhub akan berkoordinasi dengan AP II untuk melakukan verifikasi,” jelas Awaluddin.

Saat meninjau Bandara Jenderal Besar Soedirman kemarin, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto didampingi oleh Director of Engineering PT Angkasa Pura II Agus Wialdi.

Pada tahap awal, setelah proses verifikasi usai dan mendapat persetujuan dari regulator, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan dibuka dalam rangka pengoperasian minimal, bekerja sama dengan TNI AU Lanud Jenderal Besar Soedirman untuk menggunakan fasilitas TNI AU sebagai fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, bangunan PK-PPK dan sebagainya.

Director of Engineering PT Angkasa Pura II, Agus Wialdi menambahkan, setelah pembangunan fasilitas utama sisi udara ini, nantinya perseroan juga akan melakukan pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas hingga 300.000 penumpang/tahun. Pada tahap awal, pergerakan penumpang diproyeksikan sekitar 98.000 penumpang/tahun dengan 4.500 pergerakan pesawat.

Menurutnya, keberadaan Bandara Jenderal Soedirman ini dapat mendukung perekonomian dan aktivitas masyarakat khususnya terkait dengan kebutuhan transportasi udara di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, serta Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.